Salam Online

Ribuan Muslim Rohingya Dibantai, ke Mana Mata Dunia Dipalingkan?


BURMA (salam-online.com): Cerita pembantaian terhadap Muslim di dunia pun merambah ke Burma. Kekerasan di desa-desa Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine (Arakan) di Burma (Myanmar), meliputi pembunuhan, penjarahan, pembakaran dan penangkapan, masih berlangung.

Badan-badan internasional seperti PBB, bak macan ompong.  Sekelompok etnis Budha yang didukung pasukan gabungan ‘keamanan’ Rakhine melanjutkan aksi kekerasan atas Muslim Rohingya.

Ribuan Muslim Rohingya telah gugur (semoga Allah menerima mereka) akibat dibantai oleh etnis musyrik Rakhine secara brutal.

Di Arakan, Puluhan ribu lainnya menjadi tunawisma dan menderita kelaparan. Ini adalah foto-foto bukti dari kebiadaban yang dilakukan etnis Rakhine terhadap Muslim Rohingya.

Media-media Burma yang pro-Rakhine telah menyebarkan propaganda terkait Muslim Rohingya. Mereka menggambarkan bahwa Muslim Rohingya adalah teroris dan yang membunuh serta membakar rumah-rumah etnis Budha Arakan.

Salah satu bukti bahwa orang-orang etnis Rakhine-lah yang melakukan kekerasan bisa dilihat dari pakaian mereka yang memakai pakaian khas Budhis atau celana pendek. Perlu diketahui bahwa kebanyakan Muslim Rohingnya, biasa memakai sarung selutut, mungkin sangat jarang yang terlihat memakai celana pendek.

Namun tidak menutup kemungkinan bahwa etnis Budha menyamar berpakaian seperti Muslim Rohingya. Buktinya, polisi Burma yang menangkapi para pemuda Rohingya yang kemudian disiksa, mereka diperlengkapi senjata untuk diambil gambar mereka dan disebarkan. Foto-foto ini diambil dari berbagai sumber di media Arakan dan sebagian dari video yang dipublikasikan di Youtube.

Ribuan lainnya terpaksa melarikan diri ke negeri tetangga, Bangladesh, untuk menyelamatkan diri mereka. Sejumlah Muslim berhasil sampai ke Bangladesh dan berdiam diri di kamp pengungsian Lada, di selatan Bangladesh. Kamp ini dioperasikan oleh LSM Muslim Inggris yang menyediakan pengobatan dan bantuan makanan. Namun karena keterbatasan, kamp pengungsian dibangun dengan seadanya bahkan tidak layak.

Tak semua Muslim Rohingya dapat tinggal di kamp pengungsian, disebabkan ribuan dari mereka telah diusir oleh otoritas Bangladesh karena dianggap ilegal. Sementara sejumlah Muslim juga ditahan oleh polisi-polisi perbatasan dan bahkan dihukum dijemur di atas pasir pantai yang panas.

Muslim Rohingya, baik yang masih tinggal di Arakan maupun yang mengungsi ke negara tetangga, sedang dalam kondisi kritis, butuh pertolongan segera dari dunia internasional. Hingga kini Muslim Rohingya masih hidup dalam ketakutan.

Dalam kondisi Muslim Rohingya yang tengah kesulitan dan ketakutan, mana badan dunia seperti PBB dan lembaga HAM yang sering berkoar-koar itu? Ke mana mata dunia dipalingkan?

“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar,” (QS Al-Buruuj: 8-10).

Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar,” (QS Al-Hajj : 39-40).

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan di antara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan demam dan tidak bisa tidur,” (Muttafaqun ‘Alaih dari al-Nu’man bin Basyir). 

(arrahmah.com/salam-online.com)