Salam Online

Dipicu Film yang Menghujat Nabi Muhammad SAW, Dubes AS di Libya Tewas Diroket!


TRIPOLI (salam-online.com):  Duta besar (dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Libya, Stevens, dan tiga staf kedutaan lainnya dilaporkan tewas dalam sebuah serangan roket di Kota Benghazi, Libya, Selasa (11/9/2012) malam waktu setempat.

Tidak jelas, apakah pejabat AS tersebut berada di dalam mobilnya atau di dalam gedung konsulat ketika serangan terjadi.

“Duta Besar AS dan tiga anggota staf tewas ketika pria bersenjata menembakkan roket ke arah mereka,” kata seorang pejabat Libya di Benghazi kepada Reuters, Rabu (12/9/2012).

Sementara, Departemen Luar Negeri AS menyebutkan, serangan di Benghazi terjadi menyusul aksi demonstran yang marah akibat peredaran film yang melecehkan Islam dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dua serangan terpisah terhadap fasilitas AS itu merupakan kali pertama sejak kedua pemimpin negara, Muammar Khadafi dan Hosni (La) Mubarak, digulingkan dari kekuasaan mereka.

Protes di kedua negara itu dipicu oleh film yang menghujat Nabi Muhammad buatan produser Israel yang bermukim di California, AS, dan dipromosikan oleh kelompok ekstrem Kristen Mesir anti-Muslim di AS. Kutipan dari film itu diterjemahkan dalam bahasa Arab dan diunggah di YouTube.

Sebelumnya, Menlu AS, Hillary Rodham Clinton, menyebutkan, salah satu staf Departemen Luar Negeri telah tewas dalam protes di konsulat AS di Benghazi. Dia mengecam keras serangan itu dan telah menelepon Presiden Libya, Mohammed el-Megarif  “untuk mengkoordinasikan dukungan tambahan bagi perlindungan warga AS di Libya”.

Dubes Stevens

Clinton yang khawatir protes serupa menyebar ke negara-negara lain, mengatakan, AS bekerjasama dengan para sekutunya untuk melindungi misi dan warga negara AS di seluruh dunia.

“AS menyesalkan upaya yang disengaja untuk merendahkan keyakinan agama orang lain. Komitmen kami terhadap toleransi beragama tetap sama. Tapi saya tegaskan, tidak pernah ada pembenaran atas tindakan kekerasan semacam ini,” tandasnya seperti dilansir yahoonews.

Kabar tewasnya Duta Besar Stevens dalam insiden itu dibenarkan Wakil Perdana Menteri Mustafa Abu Shagur melalui akun twitternya.

Selain menewaskan sejumlah staf kantor konsulat, insiden itu merusak gedung konsulat dan sejumlah kendaraan dibakar.

Aksi protes serupa terjadi di Kairo, Mesir, dengan para demonstran yang berhasil memanjat tembok gedung kedubes, kemudian mereka merobek, membakar bendera AS dan menggantinya dengan Panji Tauhid. Allahu Akbar! (SFM/salam-online.com)