Salam Online

Berdiri di Basis Kristenisasi, Pesantren Tazkya Siap Bentengi Umat dari Ancaman Pemurtadan


Pesantren Tazkya-pengguntingan pita peresmian-jpeg.image

Peresmian pesantren Tazkya oleh Bupati Bandung Barat, Sabtu (2/2/2013)

BANDUNG (SALAM-ONLINE): Selain berfungsi sebagai pusat studi dan kajian Keislaman, Pondok Pesantren juga berfungsi sebagai benteng akidah umat dari ancaman dan serangan gerakan Kristenisasi global yang kian mengancam kaum Muslimin di tanah air.

Demikian juga halnya dengan keberadaan Pondok Pesantren TAZKYA di Desa Padaasih Cisarua Bandung Barat yang baru-baru ini diresmikan oleh Bupati Bandung Barat, Drs. H. Abu Bakar, M.Si.

Selain menjadi pusat studi dan kajian Islam, Pesantren Tazkya juga berfungsi menjadi benteng pertahanan akidah umat Islam yang domisilinya berada tepat di daerah basis gerakan Kristenisasi, yaitu Cisarua, Lembang. Di daerah ini sudah lama berdiri megah sebuah Universitas Advent Indonesia yang menjadi pusat gerakan Kristenisasi.

Menurut Ketua Umum Yayasan Insani Tazkya Gemilang, Drs. H. Deni Nurdyana Hadimin, M.Si, selain aktif di bidang kemanusiaan dengan membantu para korban bencana alam, Yayasan Tazkya juga aktif membangun masjid, madrasah dan Pondok Pesantren di seluruh pelosok Jawa Barat.

“Kami memiliki komitmen yang sangat kuat untuk memajukan dunia pendidikan Islam guna menghasilkan santri-santri yang handal serta SDM yang siap pakai. Kita sedang membangun sebuah Pondok Pesantren percontohan dimana Pesantren ini akan dilengkapi studio radio dan stasiun televisi digital guna memudahkan siaran dan informasi dakwah kepada masyarakat sekitar,” ujar Mantan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat ini.

Kehadiran Pondok Pesantren Tazkya di wilayang Bandung Barat mendapat apresiasi dari sang Bupati, Drs. H. Abu Bakar, M.Si. Dalam sambutannya pada  acara Peresmian, Sabtu (2/2/2013) , Abu Bakar menyatakan rasa gembira atas dibangunnya Pondok Pesantren Tazkya di Jalan Curug Panganten Desa Padaasih RT 01 RW 09 Cisarua yang merupakan wilayah binaannya.

“Jika kita mengacu kepada Visi CERMAT Bandung Barat, yang berarti Cerdas, Rasional, Maju, Agamis dan Sehat, maka kehadiran Ponpes ini akan sangat membantu upaya Pemkab mewujudkan visinya ke depan.  Wabil khusus untuk mewujudkan Visi Agamis dimana memiliki arti bahwa keyakinan beragama menjadi landasan pengikat kebersamaan dalam seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan,” ujar Abu Bakar.

Menurut bupati, di tengah keterbatasan kemampuan Pemerintah dalam menyediakan layanan pendidikan keagamaan kepada warga Bandung Barat, maka upaya dan usaha yang dilakukan oleh Yayasan Insani Tazkya Gemilang membangun Masjid, madrasah dan Pondok pesantren patut mendapatkan apresiasi.

Oleh sebab itu bupati mengajak kepada seluruh warga Bandung Barat, khususnya warga Desa Padaasih agar menyekolahkan anak-anaknya ke Pondok Pesantren Tazkya untuk dibina dan diarahkan menjadi waladan sholihan (anak-anak yang shalih dan shalihah) yang mau berkhidmat kepada agama, orang tua dan bangsanya.

“Kami sangat percaya Ponpes di bawah asuhan Ustadz Deni Nurdyana dan Ustadz Muchsin al-Fikri ini akan mampu membina warga di sekitar Pesantren,” tegas bupati.

Pesantren Tazkya Bandung-penandatanganan peresmian oleh bupati-jpeg.imageMenurut Pimpinan Ponpes Tazkya, Ustadz Muchsin al-Fikri, S. Sos, salah satu tujuan dibangunnya Ponpes ini adalah untuk mengantisipasi ancaman gerakan pemurtadan di daerah-daerah yang secara ekonomi termasuk kalangan menengah bawah dan dari segi pemahaman Islam masih minim.

Merekalah yang menjadi sasaran objek Kristenisasi dari para misionaris. Selain itu Ponpes ini juga akan dijadikan markas pusat studi dan pengkajian Islam.

“Ponpes Tazkya ini merupakan lembaga pendidikan yang bersifat independen dan tidak berafiliasi ke salah satu Organisasi Keagamaan maupun organisasi politik manapun,” tegas Ustadz Muchsin yang juga mantan Anggota DPRD Kota Bandung ini.

Pembinaan dan proses belajar mengajar di Pesantren ini telah berjalan sejak tahun 2009. Kini sudah berjalan Pendidikan anak Usia Dini Raudhatul Athfal Tazkya, Madrasah Ibtidaiyah (MI Tazkya), Majelis Taklim Tazkya, dan kursus membaca kitab kuning.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama Pesantren juga akan menampung anak-anak Yatim dan tidak mampu untuk diberikan pembinaan ke-Islam-an dan kewirausahaan serta teknik peternakan dan pertanian.

Selain itu, di Ponpes Tazkya juga kini sedang dibangun sebuah radio komunitas (Rakom) Curva 108.7 FM dan stasiun mini Tazkya TV guna mengefektifkan penyebaran dakwah kepada masyarakat sekitar. Nanti untuk mendapatkan siraman rohani, warga cukup menyetel radio dan tune in di 108.7 FM

Menurut Ustadz Muchsin, Yayasan kini telah membentuk kepanitiaan untuk perluasan area pesantren, dan mengajak kepada seluruh pembaca dan donatur untuk turut serta berpartisipasi di dalam program penyelamatan akidah umat Islam.

Bagi pembaca yang ingin berinvestasi untuk bekal di akhirat dapat menghubungi nomor 081320627610 atau 0818625252.

PROFIL PONDOK PESANTREN

  1. Nama Pesantren: Pondok Pesantren TAZKYA (Pusat Studi & Kajian Islam)
  2. Status: Swasta
  3. Izin Operasional: Nomor Kd.10.26/4/PP.00.7/191/2013
  4. No telp Pesantren: (022) 87782282
  5. Email: enginekeren@yahoo.co.id
  6. Alamat Lengkap: Jalan Curug Panganten RT 01 RW 09
  7. Desa/Kelurahan: Padaasih
  8. Kecamatan: Cisarua
  9. Kabupaten: Bandung Barat (KBB)
  10. Provinsi: Jawa Barat
  11. Nama Yayasan: Insani Tazkya Gemilang
  12. Akta Notaris No:  AHU-690.AH.01.04
  13. Tahun Pendirian: 2009
  14. Luas Tanah: 33 Tumbak (462 M2)
  15. Luas Bangunan: 18 x 10 M2 tiga Tingkat/lantai
  16. Pengurus:

Pembina              : Drs. H. Deni Nurdyana Hadimin, M.S.i

Kepala Ponpes     : Ustadz Muchsin al-Fikri, S. Sos

17. Jumlah santri  : 50 santriwan/wati

Jumlah ruang   : 4 ruang kelas

Pondok Pesantren yang mulai didirikan pada tahun 2009 ini memiliki visi Terwujudnya masyarakat Desa Padaasih yang agamis, berkualitas, Mandiri, handal dan memiliki karakter berbasis Qur’an dan Hadits.

Sedangkan misinya antara lain; Melaksanakan pembinaan kepada warga dan santri secara efektif, Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran Islam melalui kegiatan keagamaan (tadarus al-Qur’an, Kajian Hadits, muhadharah, pembacaan kitab kuning), dan lainnya. (salam-online)