Warga Gorontalo Bubarkan Kegiatan Ormas yang Diduga Ajarkan Paham Sesat

Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR)-2-jpeg.image
Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar)

GORONTALO (SALAM-ONLINE): Warga di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, membubarkan paksa kegiatan yang dilaksanakan Ormas Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar.

Warga beralasan, pembubaran dilakukan karena pihak Gafatar tidak pernah memberikan pemberitahuan ke pemerintah setempat atas kegiatan mereka, dan diduga mengajarkan aliran sesat.

Aksi pembubaran ini terjadi pada Kamis (25/12/2014) siang. Puluhan orang menggerebek sebuah rumah yang berada di Dusun Dua, Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo yang dijadikan pusat kegiatan.

Sempat terjadi adu mulut dan nyaris baku pukul antara warga dengan pihak Gafatar yang tidak mau acaranya dihentikan paksa. Meski tidak bersedia dibubarkan, namun warga tetap bersikeras dan meminta peserta kegiatan keluar dari ruangan dan menurunkan spanduk ormas.

Pembubaran ini dilakukan karena warga setempat resah dengan kegiatan yang dilakukan oleh pihak Gafatar yang diduga menyebarkan paham yang menyesatkan.

Nugraha, salah seorang warga, mengatakan, selama satu bulan menyewa rumah tersebut pihak Gafatar tidak pernah berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Apalagi, kegiatan mereka kebanyakan diikuti warga dari luar Gorontalo.

Baca Juga

Hal ini dikuatkan dengan surat edaran Kesbangpol Provinsi Gorontalo tertanggal 16 September 2014 yang menyatakan status Ormas Gafatar belum terdaftar di Kementerian Dalam Negeri.

Atas tudingan tersebut Ketua Ormas Gafatar Gorontalo, La Ode Santira, membantah organisasinya disebut menyebarkan aliran maupun paham menyesatkan.

Akibat aksi warga ini, kegiatan Gafatar pun dihentikan dan warga meminta pihak organisasi untuk tidak melaksanakan kegiatan di wilayah mereka.

Sumber: Okezone

salam-online

Baca Juga