Selain Unsur Terorisme, TPF Kemenag Temukan Data Penyelewengan Dana APBD Tolikara

Tolikara-Bupati Tolikara-jpeg.image
Bupati Tolikara Usman Genongga Wanimbo

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) Kementerian Agama (Kemenag) Shohibul Faroji, MA, memaparkan temuan data penyelewengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang melibatkan Bupati Tolikara, Usman G. Wanimbo dan sejumlah aktivis Gereja Injili DI Indonesia (GIDI) lainnya. Dalam temuan itu diduga Bupati dan aktivis GIDI lainnya terlibat korupsi yang merugikan negara hingga Rp 653 Miliar.

“Sebelum tanggal 17 Juli, rakyat Tolikara sudah mulai ramai dengan gerakan unjuk rasa atau menuntut diadili koruptor yang merugikan uang negara 635 miliar tersebut. Gerakan ini muncul di Tolikara, bahkan ada yang unjuk rasa di depan kantor KPK Jakarta,” ujar Faroji di hadapan sejumlah awak media, termasuk salam-online.

Pada 2 Februari 2015 lalu, misalnya, sejumlah demonstran menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, agar lembaga ini segera menangkap Bupati Tolikara Usman Genongga Wanimbo yang diduga menyelewengkan dana APBD 2012-2104. (Merdeka.com, Senin, 2 Februari 2015)

Saat ditemui wartawan di Jakarta, Faroji menuturkan bahwa tragedi penyerangan terhadap Muslim di Tolikara menunjukkan kasus tersebut mengandung unsur terorisme, separatisme dan tindakan korupsi yang dilakukan oleh Bupati dan jajarannya.

“Bukti yang kami temukan akan ditindaklanjuti berdasarkan hukum. Ini bukan kasus kriminal biasa. Tim akan melaporkan tindakan korupsi ke KPK, sedangkan penyerangan terhadap umat Islam, akan kami laporkan ke Kapolri, dan Perda diskriminatif kami laporkan ke Menteri Dalam Negeri. Masalah terorisme dan separatisme kami laporkan ke Menkopolkam dan Panglima TNI. Intinya harus ada penegakan hukum yang adil dan jelas,” tegasnya kepada wartawan, Ahad (3/7).

Baca Juga

Faroji menambahkan, dari hasil investigasi tersebut ia menilai adanya skenario dari tokoh intelektual di balik kasus penyerangan yang dilakukan GIDI kepada Muslim di Tolikara.

“Dari hasil investigasi tim kami, terlihat adanya skenario besar hingga meletusnya peristiwa itu. Ada tokoh yang mendesain dan memberikan dana besar,” ungkapnya.

Dari temuan, selain intervensi asing, pemicu peristiwa Tolikara juga ditumpangi kelompok teroris dan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Seperti diberitakan sebelumnya, acara Seminar dan Kebangkitan Kebangunan Rohani (KKR) Pemuda GIDI itu mengundang sejumlah tamu dari luar negeri seperti Israel, Belanda dan Papua Nugini.

Bupati Usman G. Wanimbo sendiri merupakan Ketua Panitia Seminar KKR Pemuda GIDI di Tolikara yang berlangsung pada 15-19 Juli 2015 tersebut.

Untuk diketahui, Kemenag mengirim empat orang Tim Pencari Fakta yang bertugas di Tolikara selama sepekan. Tim itu terdiri dari Dr H Muhammad Adlin Sila, MA (Peneliti Madya), Dr H Zainuddin Daulay, M.Hum (Peneliti Madya), Shohibul Farozi, MA (PB NU) dan Sabara, S.Hi, M.Fil (Peneliti Muda). (EZ/salam-online)

Baca Juga