Indonesia Berhasil Bawa Isu Rohingya di Sidang Parlemen Internasional


Anggota Delegasi Indonesia, Jazuli Juwaini (kanan) di Sidang IPU

SALAM-ONLINE: Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR menjadi anggota delegasi Parlemen Indonesia dalam sidang Inter Parliamentary Union (IPU) ke-137 di Saint Petersburg, Rusia, yang berlangsung 14-16 Oktober 2017.

Dalam sidang tersebut, menurut Jazuli, Indonesia bersama tujuh delegasi negara lain yakni Bangladesh, Turki, Maroko, Sudan, Iran, Kuwait dan Uni Emirat Arab secara khusus mengusulkan Emergency Item atau bahasan khusus tentang Rohingya di sidang IPU.

Hingga akhirnya sidang IPU pun menerima usulan tersebut. Jazuli yang juga anggota Komisi I DPR ini mengatakan hal itu menjadi tujuan utama Indonesia mengirimkan delegasinya.

“Inilah salah satu misi delegasi Indonesia di Sidang IPU (pembelaan atas Rohingnya), semata-mata sebagai bentuk wujud nyata keberpihakan Indonesia untuk memerangi penindasan terhadap umat manusia atas nama apapun,” terang Jazuli dalam keterangan tertulisnya yang diterima Salam-Online, Senin (16/10).

Delegasi Indonesia dalam Sidang IPU di Saint Petersburg, Rusia

Usulan itu diterima karena hasil voting pembelaan terhadap Rohingya mencapai 1027 suara, termasuk dukungan 100 Persen dari delegasi Inggris dan Kanada. Sementara yang mendukung Myanmar hanya berjumlah 47 suara.

“Ini menunjukkan rasa dan solidaritas kemanusiaan itu masih ada di antara bangsa-bangsa,” ujarnya. (MNM/Salam-Online)