PBB: Setiap Hari 1.800 Anak Rohingya Melarikan Diri ke Bangladesh


Anak-anak Rohingya: menyelamatkan diri

SALAM-ONLINE: Lebih dari 320.000 anak pengungsi Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh selatan dari Myanmar sejak 25 Agustus lalu. Sementara lebih dari 12.000 anak Rohingya lainnya setiap pekan menyelamatkan diri mereka dari kekerasan di Myanmar menuju Bangladesh.

Dilaporkan, hampir 60 persen dari etnis Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh adalah anak-anak. Mereka, antara 1.200 sampai 1.800 anak setiap harinya melarikan diri ke Bangladesh. Demikian laporan Badan Dana PBB untuk anak-anak, UNICEF, pada Jumat (20/10/2017) sebagaimana dilansir kantor berita Anadolu.

Dalam laporan tersebut—Outcast and Desperate—UNICEF menyatakan, “Anak-anak pengungsi Rohingya menghadapi masa depan yang berbahaya—bahwa sebagian besar pengungsi tinggal di permukiman darurat yang padat dan tidak sehat.”

Kolera dan kekurangan gizi merupakan salah satu bahaya utama di kamp-kamp pengungsian, UNICEF melaporkan.

“Banyak anak pengungsi Rohingya di Bangladesh yang telah menyaksikan kekejaman di Myanmar, yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya,” kata Direktur Eksekutif UNICEF, Anthony Lake.

UNICEF juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini tidak memiliki akses ke anak-anak Rohingya di negara bagian Rakhine utara di Myanmar itu.

Menjelang sebuah konferensi pledging internasional pada Senin (23/10) di Jenewa, UNICEF meminta negara-negara donor agar segera mengucurkan dana tambahan yang sangat dibutuhkan sebesar $434 juta untuk memenuhi kebutuhan mendesak bagi pengungsi Rohingya yang baru tiba, dan juga untuk pengungsi yang lebih dulu masuk ke Bangladesh.

UNICEF sebelumnya telah memperingatkan pada Selasa bahwa pihaknya tidak dapat terus membantu pengungsi di Bangladesh tanpa “dana tambahan segera”.

PBB membutuhkan $434 juta untuk pengungsi Rohingya dari bulan September 2017 sampai Februari 2018, namun hanya menerima $ 106 juta dari negara-negara donor. (S)

Sumber: Anadolu