Pertanyaan yang Membuat Seorang Mufti Saudi Menangis…

MUHASABAH (salam-online.com): Dalam sebuah acara live di salah satu saluran TV (Saudi), seorang Syaikh (seorang Mufti) mendapat pertanyaan dari Somalia:

“Apakah puasa saya diterima (sah) jika kami tidak memilki makanan untuk sahur atau ifthar (berbuka)?”

Seketika Mufti itu menangis karena mendengar pertanyaan, “Apakah puasa saya sah jika kami tidak memiliki makanan untuk sahur atau ifthar?”
Wahai saudaraku, kita masih diberikan nikmat yang sangat banyak yang tak akan pernah terhitung, masihkah kita tidak bersyukur?
Wahai saudaraku yang berkelebihan harta, masihkah kalian tidak mau mengeluarkan sebagian harta kalian untuk orang-orang yang kelaparan?
Baca Juga
Banyak Muslim di sekitar kita atau di luar sedang kelaparan, sedang menderita penindasan dan pembantaian, tak berdaya. Kita yang berkelebihan harta kelak akan ditanya, ke mana saja uang yang kita miliki kita belanjakan?!
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan ad-Din? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong untuk memberi makan orang miskin,”(QS Al-Ma’uun: 1-3).
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu),” (QS At-Takaatsur: 1-8).

Renungan untuk kita semua. (zilzaal/salam-online)

Baca Juga