Laporan dari Suriah: Generator Listrik untuk Desa Rosya

P1000873
Tim 7 HASI di Desa Rosya, idlib

IDLIB (SALAM-ONLINE): Shalat Zuhur telah selesai, disambung makan siang, kemudian tim bersiap untuk keluar Rumah Sakil Lapangan (RSL) Salma.

Kali ini tim 7 Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) untuk Suriah, akan berkunjung ke suatu desa terpencil bernama desa Rosya di pinggiran provinsi Idlib yang berbatasan dengan provinsi Lattakia.

Aktivitas tim HASI memang tidak hanya menetap di RSL Salma, melainkan juga melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan lain di luar RSL Salma.

Pagi hari hingga waktu Zuhur adalah jadwal dokter dan perawat dari HASI bertugas di Klinik di RSL Salma, kemudian ba’da Zuhur Klinik RSL Salma dijaga oleh dr. Abu Abdillah, relawan medis dari Yaman. Selanjutnya, tim HASI keluar dari RSL Salma untuk melakukan kegiatan di luar seperti mobile clinic dan mendistribusikan bantuan ke desa-desa terpencil di sekitar Jabal Akrod dan Idlib.

Kegiatan di luar RSL Salma tidak selalu diikuti oleh tim medis HASI. Terkadang dokter dan perawat dari HASI tetap tinggal di RSL Salma untuk bertugas, sementara kegiatan di luar RSL Salma diwakili salah satu relawan saja.

Tentu ini semua berjalan ketika tidak terjadi serangan intensif ataupun perang antara pejuang dan tentara Basyar Asad. Jika terjadi serangan intensif berupa roket-roket, serangan udara dan juga perang antar pejuang dan tentara rezim maka seluruh tim bertahan di RSL Salma dan senantiasa siaga untuk cepat menangani korban-korban akibat serangan maupun perang yang terjadi.

Hari ini, Selasa (4/6/2013) setelah berkunjung ke area pembangunan sumber air, tim langsung menuju desa Rosya yang berjarak sekitar 20 Km dari RSL Salma. Rosya adalah sebuah desa terpencil terletak di punggung sebuah bukit yang masuk provinsi Idlib.

Baca Juga

Desa ini dihuni oleh 12 keluarga besar yang kesemuanya berprofesi sebagai petani. Semenjak pecahnya revolusi, aliran listrik ke desa ini diputus. Akibat terparah dari pemutusan aliran listrik di sini adalah tidak adanya air bersih yang bisa digunakan warga untuk keperluan sehari-hari.

Walaupun terletak di atas bukit, namun di desa ini tidak terdapat sumber mata air yang langsung bisa dimanfaatkan oleh warga. Akibatnya selama ini mereka hanya bergantung kepada pompa bertenaga listrik untuk mendapatkan air dari sumur-sumur yang mereka gali.

Tidak adanya listrik berarti tidak ada air. Selama lebih 2 tahun ini mereka mendapatkan air dari sumber mata air yang sangat jauh. Itu pun dengan debit yang sangat terbatas dan tidak cukup bagi mereka. Sebagian lahan pertanian yang mereka garap dibakar oleh tentara Asad sehingga semakin mempersulit kehidupan mereka.

Untuk itu hal paling penting dan mendesak yang mereka butuhkan adalah generator listrik. Abu Muhammad (sesepuh desa Rosya) mengatakan, ”Insya Allah dengan adanya listrik akan memperbaiki banyak hal di desa ini.”

Karena itu, Tim HASI, insya Allah akan menyalurkan bantuan kaum Muslimin Indonesia untuk desa Rosya berupa generator listrik bertenaga 8000 kVA yang dibeli dari Turki. Semoga generator ini dapat menjadi solusi penting bagi penduduk desa Rosya sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka akan air dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Ucapan terima kasih pun tak henti-henti keluar dari lisan Abu Muhammad sesepuh desa Rosya yang menjadi juru bicara warga ketika berjumpa dengan Tim HASI 7.

Baca Juga