“SBY Harusnya Ambil Peran Terdepan Sikapi Pembantaian Brutal di Mesir”

sby-4-jpeg.imageJAKARTA (SALAM-ONLINE): Sikap Presiden SBY yang pasif terkait prahara politik berdarah di Mesir, sangat disesalkan. Padahal SBY adalah penggagas Bali Democracy Forum.

Selain itu, Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan politik bebas dan aktif. Jadi, seharusnya Presiden SBY berperan aktif untuk menghentikan krisis di negeri Piramida tersebut. Demikian disampaikan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq , Ahad (28/7/2013).

“Sebagai pemimpin negeri dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, penggagas Bali Democracy Forum, dan sebagai negara yang sering dijadikan rujukan berdemokrasi oleh negara-negara Arab, Presiden SBY seharusnya ambil peran terdepan menyikapi pembantaian brutal terhadap pendukung Mursi oleh rezim militer Mesir,” ujar Mahfudz.

Indonesia melalui Presiden SBY, kata Mahfudz, seharusnya meminta kepada rezim militer Mesir untuk menghentikan segera pembantaian dan berbicara ke sekjen PBB.

Baca Juga

Selain itu, ujarnya, SBY harus berkomunikasi dengan sejumlah kepala negara besar untuk menekan rezim militer Mesir agar menghentikan tindakan biadab yang melanggar HAM itu.

“Bahkan, Indonesia bersama sejumlah negara bisa mendesak PBB membuat tim investigasi untuk membawa pelaku dan penanggungjawab pembantaian ini ke peradilan kriminal internasional,” tandasnya. (itoday)

salam-online

Baca Juga