Dapat Perlakuan Rasis, Yahudi Ethiopia di Wilayah Jajahan Zionis Protes

Demonstran melakukan protes terhadap pembunuhan Solomon Tekah, seorang pemuda asal Ethiopia, yang dibunuh oleh seorang perwira polisi Zionis yang tidak bertugas pada 8 Juli 2019. (Foto: Oren Ziv/Anadolu)

BAITUL MAQDIS (SALAM-ONLINE): Penembakan fatal terhadap seorang remaja keturunan Ethiopia yang tidak bersenjata, Senin (8/7/2019) telah membangkitkan kembali protes tentang rasisme dan diskriminasi terhadap orang-orang Yahudi Ethiopia di wilayah jajahan Zionis di Palestina.

Solomon Tekah (19), seperti dilansir kantor berita Anadolu, Selasa (9/7/), dibunuh oleh seorang perwira polisi Zionis yang tidak bertugas minggu lalu di dekat Haifa. Insiden ini memicu demonstrasi dari orang-orang Yahudi Ethiopia.

Demonstran memblokir jalan dan membakar ban di beberapa kota, termasuk Tel Aviv dan Haifa saat bentrok dengan polisi Zionis.

Pihak penjajah mengatakan sejumlah polisi terluka dan dalam kekerasan itu dan lebih dari 100 orang Yahudi Ethiopia ditangkap.

Protes Yahudi Ethiopia di tanah Palestina yang dijajah itu, menguak perlakuan penjajah tersebut selama ini terhadap komunitas Yahudi Ethiopia dalam hal diskriminasi sistematis, rasisme dan sebagai “warga negara kelas dua” di wilayah jajahan Zionis.

Selama berabad-abad, orang-orang Yahudi Ethiopia sepenuhnya terisolasi dari komunitas Yahudi di bagian lain dunia.

Tetapi dengan terpilihnya Perdana Menteri Zionis saat itu, Menachem Begin, ke tampuk kekuasaan pada 1977, kebijakan penjajah terhadap orang-orang Yahudi Ethiopia berubah.

Di bawah Begin, penjajah mulai mengatur operasi rahasia untuk memindahkan Yahudi Ethiopia ke wilayah Palestina yang diduduki.

Pada akhir 1990-an, sekitar 80.000 orang Yahudi Ethiopia tiba di wilayah jajahan Zionis. Sekarang, ada lebih dari 140.000 orang Yahudi Ethiopia tinggal di Palestina yang dijajah.

Diskriminasi

Setelah tiba di tanah Palestina yang dijajah, orang-orang Yahudi Ethiopia itu menghadapi rasisme dan diskriminasi yang mengerikan dari rezim penjajah.

Banyak dari kalangan agamawan bahkan berani mempertanyakan Yudaisme mereka.

Salah satu insiden awal yang mengungkap kasus ini adalah pada 1990-an bank darah nasional Zionis secara rutin membuang darah yang disumbangkan oleh orang-orang Yahudi Ethiopia karena takut terhadap HIV.

Orang-orang Yahudi Ethiopia juga menderita dari tingkat kemiskinan tertinggi di antara orang-orang Yahudi di wilayah jajahan. Mereka juga ditangkapi dan ditahan.

Pengangguran di kalangan orang Yahudi keturunan Ethiopia juga jauh lebih tinggi daripada orang Yahudi lainnya di wilayah jajahan tersebut.

Menurut sebuah laporan dari Myers-JDC-Brookdale Institute, tingkat pengangguran di antara perempuan Ethiopia pada tahun 2000 adalah 63%. Meskipun persentase ini turun menjadi 26% pada tahun 2016, namun masih tidak memenuhi persentase yang diinginkan.

Tingkat pengangguran untuk pria Yahudi Ethiopia juga mencapai 20% pada 2016, turun dari 38% pada 2000.

Poin penting lainnya adalah perbedaan signifikan dalam pendapatan bulanan per rumah tangga untuk orang Yahudi Ethiopia dan warga Yahudi lainnya.

Menurut Myers-JDC-Brookdale Institute, pendapatan bulanan per rumah tangga untuk orang Yahudi Ethiopia adalah 11.250 shekel, sementara untuk kaum Yahudi lainnya adalah 15.575 shekel.

Pada tahun 2016, 55% anak-anak Yahudi Ethiopia terdaftar di sekolah dasar dan menengah, sementara persentase di antara anak-anak Yahudi lainnya adalah 77%, menurut lembaga yang sama.

Laporan lain dari Asosiasi Yahudi Ethiopia di wilayah jajahan menemukan bahwa ada peningkatan 20% dalam jumlah kasus yang diajukan polisi terhadap orang Yahudi Ethiopia pada periode yang sama, meskipun ada penurunan 6% dalam kasus yang diajukan polisi terhadap semua Yahudi pada 2014-2017.

Selain itu, 90% pemuda Yahudi Ethiopia yang dihukum oleh pengadilan dijatuhi hukuman penjara, dibandingkan dengan sepertiga dari pemuda Yahudi lainnya.

Ini semua telah membuat Yahudi Ethiopia terisolasi. Dan, memicu protes dalam beberapa tahun terakhir terhadap apa yang mereka anggap rasisme dan diskriminasi terhadap komunitas mereka.

Menurut media Zionis, 11 orang Yahudi Ethiopia telah tewas sejak 1997 dalam bentrokan dengan polisi Zionis. (mus/salam)

Sumber: Anadolu

Baca Juga
awefawef94875
%d bloggers like this: