Ahok Diminta Mundur dan Sadar dengan Teguran Keras Menteri Bahlil

Ahok

SALAM-ONLINE.COM: Teguran keras dari Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia seharusnya bisa disadari oleh Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ahok harus merespons pernyataan tegas Menteri Bahlil agar para pejabat yang tidak setuju dengan progam mobil listrik tanah air menyingkir.

“Ahok seharusnya menyadari itu. Akan jauh lebih baik jika mundur (dari Komisaris Utama Pertamina),” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah yang Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (2/12/21).

Menurutnya, teguran Bahlil Lahadalia yang menjurus kepada Ahok bisa dipahami publik. Sebagai seorang berkapasitas entrepreneur nasional, Bahlil tentu berpikir rasional dalam memandang masa depan Indonesia. Khususnya dalam hal inovasi dan kemajuan bangsa.

“Kritik Bahlil jelas sekali adanya disharmoni dengan cara berpikir Ahok,” tegas Dedi Kurnia Syah.

Jika Ahok tidak sadar, maka Menteri BUMN Erick Thohir harus bertindak. Menteri Erik harus mencari pengganti yang lebih mapan dalam kapasitas.

Baca Juga

“Dan minim kegilaan publikasi personal,” tutupnya.

Menteri Bahlil tegas menekankan kepada siapa saja yang tidak setuju dengan program mobil listrik tanah air harus menyingkir.

Pernyataan Bahlil ini seolah menjawab koar-koar Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama di ruang publik.

Lewat kanal YouTube “Panggil Saya BTP” berjudul “Pejabat Tidak Boleh Takut untuk Mengeksekusi”, Ahok menggugat roadmap mobil listrik (electric Vehicle atau eV) yang sedang dikerjakan dan dikembangkan pemerintah Indonesia.

Ahok menilai rencana yang pernah dipaparkan Pertamina Power Indonesia (PPI) agar Indonesian Batery Corporation (IBC) mengakuisisi perusahaan mobil StreetScooter milik Deutsche Post DHL Group, Jerman, tidak didasarkan pada valuasi yang jelas.

“Kepada siapa saja oknum pengusaha, oknum pejabat, oknum BUMN yang tidak setuju dengan transformasi ekonomi ini saya harap minggir. Karena Indonesia harus maju, cukup negara kita dipermainkan,” kata Bahlil dalam jumpa pers virtual, Rabu (1/12/21). (rmol)

Baca Juga