Dipecat karena Sisipkan Al Maidah 51, Ardian Syaf Didukung Komikus Faza Meonk Buat Komik Sendiri


QS Al Maidah 51 dan Aksi 212 (lingkaran merah) disisipkan dalam komik terbitan Marvel, perusahaan penerbit AS, oleh Ardian Syaf, komikus asal Indonesia

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Komikus Ardian Syaf yang belakangan jadi buah bibir lantaran menyisipkan pesan surat Al Maidah ayat 51 dan Aksi 212 dalam komik Marvel akhirnya diberhentikan oleh Marvel Comics—perusahaan penerbit Amerika Serikat yang jadi tempatnya bekerja mengekspresikan ide dan pikirannya.

Dalam laman Facebooknya Ardian mengungkapkan dirinya dipecat lantaran gambar yang dia buat di komik Marvel X-Men Gold.

“Ini akibat dari apa yang saya lakukan dan saya menerimanya,” tulis komikus dari Tulungagung, Jawa Timur ini, seperti dikutip laman The Parrot, Selasa (11/4).

Pihak Marvel menyatakan, karya seni yang disisipkan Ardian Syaf di luar pengetahuan mereka. Marvel menyatakan tak mengetahui makna di balik simbol-simbol itu.

Ardian Syaf sendiri, seperti dikutip Republika.co.id, mengatakan terinspirasi memasukkan simbol tersebut setelah mengikuti Aksi 212 di Jakarta. Ia mengaku siap menanggung segala konsekuensi dari karyanya tersebut.

Ardian Syaf

Merespons kasus ini, seorang komikus yang juga kreator karakter Si Juki, yang populer dengan nama Faza Meonk, mengaku memahami apa yang dilakukan oleh Ardian Syaf adalah untuk menanamkan semangat Aksi Bela Islam 212 dan QS Al-Maidah ayat 51.

Hanya saja, Faza menyarankan, agar Ardian lebih menepatkan sasaran sehingga dia bebas mengekspresikan pandangannya itu, tanpa disoal oleh pihak yang tak sejalan dengan idenya.

“Saya sebagai komikus, saya ngerti, dia maksudnya ingin menanamkan semangat itu kan, yang dia yakini itu ke banyak orang, tapi tidak tepat sasaran,” ujar Faza saat dihubungi Salam-Online, Selasa (11/4) sore.

Menurut Faza, penyisipan simbol atau pandangan seseorang di dalam komik adalah wajar dan sudah dilakukan sejak lama. Oleh karenanya, Faza menghimbau Ardian untuk membuat komiknya sendiri agar dia bebas meluapkan dan mengekspresikan pandangannya tersebut.

“Saya akan mendukung kalau itu pandangannya masuk ke komik dia sendiri. Berjuanglah pakai pedang sendiri,” tegas peraih penghargaan Global Popularity Award dalam Webtoonist Day 2015, di Seoul, Korsel, lewat karyanya berjudul Si Juki ini.

Faza Meonk

Karenanya, Faza berharap, Ardian yang satu profesi dengannya itu bisa lebih strategis dalam mengekspresikan pandangan ke depannya.

“Harapannya sih Mas Ardian Syaf bisa lebih strategis lagi dalam membuat sebuah pandangan, opini,” pungkas Visual Entertainer dan Animator ini. (MNM/salam-online)