Bagaimana Jika Ajang Miss World Benar-benar Diadakan di Indonesia? Yang Jelas Ini Negeri Tambah Parah!

JAKARTA (salam-online.com): Ajang pencarian ratu sejagat yang akan digelar di Indonesia ternyata belum diketahui banyak oleh anggota DPR-RI. Babak penyisihan Miss World (MW) 2013 akan digelar di Bali sementara babak final di Jakarta.

Namun, politikus Partai Hanura, Djamal Aziz, mengaku belum mengetahui hal ini. “Saya tidak bisa mengomentari hal itu dulu karena saya belum mengetahuinya. Nanti saya tanyakan hal ini dulu ya,” kata Djamal, dikutip dari IRNews, Jum’at (5/10/2012) siang.

Dia juga enggan mengomentari apakah perhelatan tersebut bisa disebut tepat atau tidak. “Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Kalau untuk mengenalkan dunia pariwisata Indonesia, boleh. Kalau dari sisi agama ya jelas nggak boleh,” tandasnya.

Kok bisa ya dibedakan, kalau memakai alasan yang ini boleh, kalau alasannya yang itu tidak boleh.

Seperti diketahui panitia MW 2013 telah memutuskan Indonesia menjadi tuan rumah. Dan lokasi karantina di Bali, sedangkan final di Jakarta. Dalam hal ini, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Basuki T. Purnama (Ahok) menyambut baik ajang tersebut.

Rencananya, Ahok akan mengajak 120 peserta MW mengelilingi Jakarta, utamanya di Ancol dan TMII. Untuk TMII, Ahok ingin memperkenalkan keragaman daerah di Indonesia. Jadi, menurutnya, ini menjadi ajang promosi budaya dan ekonomi. Ajang ini juga akan disiarkan di 140 negara.

Djamal Aziz
Baca Juga

Belum jadi wakil gubernur saja Ahok sudah berani merespon dengan antusias ajang umbar aurat ini. Rupanya mau nyoba-nyoba lagi setelah Irshad manji dan Lady Gaga gagal?

FPI sendiri sudah menolak rencana ini. Salah seorang petiinggi FPI Habib Muhsin Alatas menyebut alasan Ahok mempromosikan Jakarta dan Indonesia melalui MW itu kurang tepat.

“Kalau mempromosikan itu ya keberhasilan pembangunan, keberhasilan pemberantasan korupsi, bukan promosi lewat mengumbar aurat wanita,” jelasnya.

Kata Habib Muhsin, di era Soeharto ada Keppres yang melarang pengiriman wanita mengikuti kontes kecantikan dunia. “Keppres itu belum dicabut, mengirim saja dilarang, kok sekarang, di Jakarta mau mengadakan, ini jelas-jelas melanggar konstitusi,” jelasnya.

“Pastinya, tunggu saja penolakan dari banyak pihak! Jika benar-benar diadakan di sini, negeri ini akan tambah parah! Tambah ancur!” seru mahasiswi berjilbab sebuah universitas negeri. (irnews/salam-online.com)

Baca Juga