Noorsy: Ini Alasan SBY Pilih Generasi Baru Mafia Berkeley Jadi Menkeu

Chatib Basri dan Ichsanuddin Noorsy-jpeg.image
Chatib Basri & Ichsanuddin Noorsy (kanan) saat memaparkan pandangan mereka terkait bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun dalam rapat Tim Pansus Angket Century di Jakarta, Kamis (21/1/2010). (imam sukamto/tempo)

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Presiden SBY sudah memilih Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), menggantikan Agus Martowardojo yang digeser menjadi Gubernur Bank Indonesia.

Pakar ekonomi politik Universitas Indonesia (UI), Ichsanuddin Noorsy, memahami alasan SBY memilih Chatib. Paling tidak, kata Ichsan, ada tujuh alasan mengapa SBY memilih generasi baru Mafia Berkeley itu.

Alasan pertama, ungkap Ichsan, Chatib Basri menunjukkan keberpihakan pada liberalisasi sektor keuangan sejak pemerintahan Megawati. Saat itu, ketika Ichsan berdebat dengan Chatib di salah satu televisi swasta tentang divestasi PT Indosat, dengan tegas Chatib Basri menyatakan, “Kantongi nasionalisme-mu.”

“Sikap dia saya kutip lagi saat saya berdebat dengan yang bersangkutan bersama Emil Salim, dan Amien Rais di Sugeng Sarjadi Forum dan ditayangkan di Q -TV,” ungkap Ichsan kepada rakyat merdeka online Senin (20/5/2013) malam.

Alasan kedua, lanjut Ichsan, Chatib kembali menunjukkan keberpihakan kepada liberalisasi perekonomian setelah UU No. 20/2002 tentang Ketenaga listrikan dibatalkan Mahkamah Konstitusi pada 15 Desember 2004, yang membuat kredibilitas pemerintah RI terganggu di mata investor asing dan negara-negara OECD. Pemerintah juga cemas karena UU No. 22/2001 tentang Migas juga sedang dimohonkan pembatalannya di MK.

“Jilmy Asshidiqie Ketua MK di rumah jabatannya jalan Widya Chandra di hadapan sejumlah rekan-rekannya yang sedang bertamu menyatakan bahwa Rizal Mallarangeng, Moh Iksan dan Chatib Basri sudah melobi dirinya. Tujuannya agar UU Migas tidak bernasib seperti UU Ketenagalistrikan,” ungkap Ichsan.

Alasan ketiga, masih kata Ichsan, Chatib Basri menyetujui argumen Bank Dunia bahwa subsidi BBM adalah sasaran, tanpa lebih dulu memasalahkan status komoditas sektor energi dan pengertian subsidi pada hajat hidup orang banyak.

Alasan keempat, lanjut Ichsan, mengenai UU No. 25/2007 tentang Penanaman Modal. Pada November 2007 MK sedang menyidangkan gugatan pembatalan UU Penanaman Modal. Dari pihak penggugat tampil tiga saksi ahli yaitu Revrisond Baswir, Hendri Saparini dan Ichsanuddin Noorsy.

Dari pihak Pemerintah tampil tiga saksi ahli, Faisal Basri, Umar Juoro, dan Chatib Basri. Chatib dan Faisal mengungkapkan argumen bahwa perbaikan UU Penanaman Modal dibutuhkan karena ditujukan untuk membuka lapangan kerja.

Baca Juga

Saat itu, dengan menggunakan data Kementerian Koperasi dan UMKM, Ichsanuddin Noorsy pun membuktikan sebaliknya. Yakni pada 2005-2007 UMKM menyerap lapangan kerja sebesar 97,1 sampai 97,2 persen dengan sumbangan pada pertumbuhan ekonomi mencapai 54-56 persen.

Kelima, kata Ichsanuddin, pada Januari 2010 saat dia, Hendri Saparini dan Chatib Basri diminta sebagai nara sumber pada Pansus Bank Century, Chatib dengan tegas membela kebijakan yang terindikasi memenuhi unsur pidana itu, sementara Ichsan menegaskan, kebijakan talangan Bank Century Rp 6,762 triliun adalah bukti lemahnya pengawasan perbankan serta kebijakan yang melanggar asas kehati-kehatian dan kepatuhan perbankan sehingga memenuhi unsur pidana.

Keenam, lanjut Ichsan, beberapa saat setelah ditetapkan sebagai Menkeu, Voice of America mewawancarai Chatib. Ichsan mengatakan, jika mencontoh Obama memilih Timothy Geithner atau Jack Lew sebagai Menteri Keuangan, maka sikap SBY bertentangan dengan Obama dalam melindungi kepentingan negaranya pada peperangan ekonomi dengan RRC dan musuh-musuh potensial lainnya.

SBY jelas telah membuktikan sikap dirinya. Pembuktikan ini bertentangan dengan pernyataannya 12 Juli 2007 bahwa SBY tidak menganut neoliberal. Pernyataan ini diulanginya saat kampanye 2009 dengan menyebut bahwa dirinya memilih jalan tengah.

Chatib Basri-1-jpeg.image
Chatib Basri (Menkeu baru)

Ketujuh, kata Ichsan lagi, Chatib dikenal hangat dengan PT Astra Internasional, PT Indika Energy, bahkan dengan kelompok Bakrie. Maka selain sejumlah alokasi anggaran belanja akan mulus dalam rangka Pemilu 2014, divestasi 7 persen New Mount, proyek Jembatan Selat Sunda, dan redenominasi pun akan lancar.

Ichsan menambahkan, sejak Maret 2013, ketika Agus Martowardoyo diajukan sebagai calon tunggal Gubernur BI, seorang konglomerat yang sangat dekat dengan istana membisikkan kepada dia bahwa SBY sudah menyiapkan Chatib Basri sebagai Menkeu.

Ichsanuddin mengaku tidak menyahuti informasi itu di saat diskusi tentang defisit APBN dan neraca perdagangan sedang berlangsung serius. (sumber: rmol.com), salam-online

Baca Juga