Ustadz Abu Bakar Ba’asyir: ‘SAAT INI BERJIHAD KE SURIAH LEBIH AFDHOL DARIPADA HAJI & UMROH’

Ustadz Abu Bakar Baasyir-1-jpeg.imageCILACAP (SALAM-ONLINE): Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menegaskan bahwa saat ini jika mampu, maka berjihad di Suriah lebih afdhol daripada Haji dan Umroh. Karenanya, Ustadz Ba’asyir menyambut baik sejumlah aksi mendukung jihad di Suriah, meski hanya dengan bersuara.

Ustadz Ba’asyir menyatakan hal ini saat ditemui 16 pembesuknya pada Selasa (25/6/2013) siang di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki ini menceritakan banyak hal, termasuk konflik di Suriah, Syiah, Pancasila dan Kasus Pelatihan Militer di Aceh.

Dengan gamis dan peci putih serta kacamata khasnya, Ustadz Ba’asyir terlihat sehat meski mengaku sedang menjalankan puasa bulan Sya’ban bersama sejumlah napi kasus “terorisme” lainnya, seperti Abdurrahim Thoyyib, Heri Kuncoro, Mustaqim dan Abu Irhab.

Menyinggung kembali Kasus Pelatihan Militer di Aceh, menurut ustadz kelahiran 17 Agustus 1939 itu tidak ada yang salah secara Syariat. Karena berlatih militer menurut Ustadz Ba’asyir adalah “menjalankan perintah Allah, yaitu syariat I’dad”.

Karena itu Ustadz Ba’asyir meminta kepada kaum Muslimin untuk melakukan protes keras ke Mahkamah Agung (MA) yang telah menyebut pelatihan militer di Aceh adalah kegiatan “terorisme”.

Ustadz Ba’asyir juga bercerita bahwa beberapa hari lalu ia kedatangan dua ulama yang mengaku dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang mengajaknya berdialog tentang Pancasila.

Baca Juga

Ustadz Ba’asyir tidak menyebut siapa kedua ulama tersebut, namun ia mengatakan keduanya memintanya untuk mengubah pandangannya tentang Pancasila.

Menurut ustadz Ba’asyir, kedua ulama dari MUI itu mengatakan kepada dirinya bahwa Pancasila tidak bertentangan dan sudah sesuai dengan Syariat Islam. Namun Ustadz Ba’asyir keukeuh pada pendiriannya bahwa Pancasila tidak sejalan dengan Syariat Islam.

Meski saat ini ustadz yang mempunyai lebih dari 20 cucu ini ditahan di penjara dengan keamanan super maksimum, namun dirinya tetap bersyukur dan mengaku bisa lebih bertaqarub (dekat) dalam beribadah kepada Allah.

Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) ini merasa bersyukur karena kondisi Lapas Pasir Putih lebih bagus dan udaranya lebih segar daripada saat di Rutan Mabes Polri Jakarta.(muslimdaily), salam-online

Baca Juga