Lagi, Buku Pelajaran SD Porno Beredar di Bogor

Bogor-BukuSD mengandung kalimat Porno-jpeg.imageBOGOR (SALAM-ONLINE): Lagi, buku pelajaran SD porno beredar. Kali ini giliran buku mata pelajaran SD di Kota Bogor.

Sebuah buku Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa Kelas VI SD (Sekolah Dasar) dan Madrasah Ibtida’iyah (MI), yang di dalamnya mengandung pornografi, yakni pada halaman 56-60 terdapat sebuah cerita dengan judul “Anak Gembala dan Induk Serigala”.

Namun anehnya, cerita tersebut justru malah mengisahkan tentang seorang pria yang masuk ke sebuah warung remang-remang. Sang pria dikisahkan melakukan perbuatan mesum dengan perempuan di dalam warung remang-remang itu.

Jadi cerita tentang “Anak Gembala dan Induk Serigala” itu benar-benar tidak nyambung dan sama sekali tak ada hubungannya dengan judul. Jadi, apa maunya?

Buku yang dijual bebas di sebuah toko di kawasan Kota Bogor tersebut diterbitkan oleh CV Graphia Buana. Buku tersebut, bukan merupakan buku yang termasuk dalam kurikulum pendidikan Kota Bogor.

“Kita akan segera panggil penerbitnya untuk lakukan klarifikasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fetty Qadariyah, yang ditemui, Rabu (10/7/2013).

Fetty sendiri mengakui, bacaan di halaman 56-60 dalam buku tersebut sangat tidak pantas untuk kalangan siswa SD.

“Saya juga kaget membacanya. Kita sudah telusuri, dan katanya cerita dalam buku tersebut disadur dari sebuah blog dan terlewati oleh tim penyunting penerbit. Kami akan selidiki ini,” tegasnya seperti dikutip detik.com, Rabu (10/7/2013).

Apapun penyesalan itu, yang jelas buku paket bahasa Indonesia itu sudah terlanjur beredar seperti di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gunung Gede dan SDN Polisi 4 Kota Bogor.

Buku setebal 145 halaman itu, disusun oleh Ade Khusnul dan M Nur Arifin dan editor Asep Setiawan.

”Aneh  kok  buku SD ada kalimat joroknya yang tidak pantas dibaca oleh anak SD,” keluh seorang orang tua siswa saat membaca buku tersebut.

Baca Juga

Untuk itu, para orang tua mendesak Dinas Pendidikan Kota Bogor segera menarik buku tersebut dari pereadaran agar tidak menjadi pembahasan di kalangan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fetty Qadariyah, Rabu (10/7/2013) berjanji akan segera menarik buku jorok itu dari peredaran.

Menurutnya, sebelum beredar, setiap buku seharusnya diketehui oleh Disdik dan kepala sekolah. Jadi tidak boleh langsung menetapkan buku tersebut sebagai buku bacaan siswa.

Dinas Pendidikan, tegas Fetty, sudah melarang penjualan buku di sekolah.

”Kami akan keluarkan lagi surat edaran pelarangan penjualan buku yang ditentukan oleh sekolah,” ujarnya.

Dalam buku itu, banyak tertera kalimat-kalimat yang tidak pantas dipahami oleh siswa SD kelas 6, seperti di halaman 58 tertulis “… Pada sosok jabang bayi yang meruak dari celah selangkangannya…”

Bahkan salah seorang  guru pun, ketika dimintai komentarnya mengaku kaget beredarnya buku tersebut.

“Ya kurang panteslah buku itu beredar, dan Disdik harus menariknya,” tandas seorang guru yang enggan disebut namannya.

Buku tersebut merupakan buku paket yang harus dibeli dengan harga Rp 329 ribu untuk siswa SD kelas 6. Buku tersebut dapat dibeli tak jauh dari SD Gunung Gede, di sebuah rumah. (KBRN)

Baca Juga