Panglima Mujahidin Santoso Muncul di YouTube, Serukan Perlawanan terhadap Densus 88

mujahid-santoso-jpeg.image
Santoso (Abu Wardah), tengah

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Panglima Mujahidin Indonesia Timur Santoso tampak di video YouTube, meski perburuan Densus 88 terhadap DPO nomor satu di Poso ini masih terus dilakukan.

Santoso alias Abu Wardah malah terlihat dalam sebuah video yang diunggah di situs jejaring video YouTube.

Video berjudul “Risalah kepada Umat Islam di Kota Poso” persembahan Mujahidin Indonesia Timur, yang diunggah di YouTube tertanggal 6 Juli 2013 itu berdurasi 6 menit 3 detik. Menampilkan wajah Santoso yang dikawal dua orang dengan penutup muka dan menenteng senjata.

Dalam video tersebut juga terlihat seorang pria sedang berlatih menembak menggunakan senjata laras panjang.

Video itu juga menampilkan gambar seorang pria yang diduga meninggal akibat ledakan bom rakitan.

“Buat saudara-saudaraku ikhwan fillah yang ada di kota Poso, bahwasanya antum telah merasakan bagaimana jahatnya Densus 88 terhadap umat ini. Antum telah tahu bagaimana Densus 88 membantai saudara-saudara kita di Poso di waktu 2007,” kata Santoso sambil memegang senjata laras pendek dalam video tersebut.

“Sungguh, hari ini telah ditentukan oleh Allah Subhanahu wata’alla bahwasanya jihad akan berlangsung hingga yaumul qiyamah,” tambah Santoso yang berulang kali mengaku tidak terkait dengan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) pimpinan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir tersebut.

Dia juga menyerukan kepada kawan-kawannya agar terus memberikan perlawanan terhadap Densus 88.”Salam buat kalian yang ada di kota, agar senantiasa eksis melawan Densus 88,” tandas pria yang hanya takut kepada Allah ini.

Sementara itu polisi menyebut Santoso sebagai dalang pembunuhan empat Brimob di Poso dan pembunuhan dua polisi di hutan Tamanjeka

Penyidik Densus 88 mengaku sudah mengetahui informasi munculnya wajah Santoso di YouTube. “Saat ini sedang dilacak tim cybercrime,” kata seorang petugas anti teror, Senin (8/7/2013).

“Keberanian dia muncul akan mempercepat proses penangkapan,” sambungnya.

Kepala Bagian Produksi dan Dokumentasi Divisi Humas Mabes Polri Kombes Hilman Thayib mengaku belum mendapatkan informasi lengkap tentang keberadaan Santoso. “Kalau dia ada di internet berarti itu menambah bukti kita untuk penyidikan,” katanya.

Hilman menegaskan Santoso adalah buronan berbahaya dan bersenjata. “Siapapun warga yang mengetahui atau punya info tentang dia harap melapor ke pos polisi terdekat,” katanya. (arrahmah.com)

salam-online

Baca Juga
Baca Juga