Pesan untuk Tim Road for Peace: ‘Teruslah Bergerak, Ini bagian dari Jihad’

Masjid Shah Alam-jpeg.image
Masjid Shah Alam di Malam Hari

YALA (SALAM-ONLINE): Konvoi tim kemanusiaan Road for Peace dengan tema ‘World for You’ yang berangkat dari Kuala Lumpur akhirnya tiba di Pattani, Thailand. Sejumlah aktivis kemanusiaan dari Turki, Thailand, Malaysia dan Indonesia yang mengikuti kampanye perdamaian ini tiba di Provinsi Yala, Thailand Selatan, pada Ahad (17/11) siang.

Konvoi yang diikuti oleh 7 buah kendaraan minivan ini, berangkat sejak Sabtu (16/11). Titik start konvoi tersebut adalah Masjid Shah Alam, Selangor. Dalam perjalanannya, tim ‘World for You’ ini singgah di beberapa masjid untuk istirahat sekaligus silaturahim dengan penduduk setempat.

Saat bersilaturahim dengan masyarakat setempat, kesempatan itu juga dijadikan ajang penyebaran pesan pentingnya kesadaran umat Islam dalam menyikapi persoalan yang terjadi di wilayah konflik seperti Suriah, Mesir, Arakan dan Pattani.

Singgah dari masjid ke masjid

Dalam perjalanan konvoi yang merupakan rangkaian perjalanan ‘Road for Peace’ yang ketiga ini, setidaknya ada 3 buah masjid yang disinggahi oleh para aktivis. Masjid yang pertama disinggahi adalah Masjid Al-Ahmadiyah di Kampung Changkat, Lahat, Negeri Perak. Di situ, tim disambut oleh segenap tokoh dan pengurus masjid yang sangat antusias mendukung ‘semangat jihad’ para peserta Road for Peace.

“Saya sangat berbangga dengan kiprah-anak-anak muda yang begitu bersemangat. Majulah, dan teruslah begerak. Apa yang kalian lakukan ini bagian dari jihad fi sabilillah,” ujar Haji Mohd. Mostar, Imam Masjid Al-Ahmadiyah.

Sambutan yang hangat telah dipersiapkan oleh warga setempat. Setelah berbincang-bincang sejenak, mereka menyilakan para aktivis dengan jamuan makan siang yang lezat.

Baca Juga

Setelah lepas dari Perak, tim ‘Road for Peace’ melaju ke arah Pulau Pinang. Di wilayah tersebut, tim disambut di sebuah masjid bernama Masjid Sembilang. Reporter Kiblatnet, yang sebelumnya juga mengikuti perjalanan ke Pattani yang pertama, merasakan memori yang indah di masjid ini. Sebab, di masjid inilah misi ‘Road for Peace’ sebelumnya disambut oleh Mantan Wakil PM Malaysia, Anwar Ibrahim.

Dari Pulau Pinang, rombongan konvoi terus bergerak ke arah utara. Hari mulai petang, langit semakin gelap. Tim ‘Road for Peace’ keluar dari Highway Road (jalan tol antar kota, red), berbelok tajam masuk ke jalanan perkampungan. Hal inilah yang membuat perjalanan semakin menarik.

Kejenuhan perjalanan terusir seketika setelah tim disuguhi pemandangan desa yang hijau oleh rerimbunan pohon, rumah panggung khas adat Melayu dan khazanah lokal yang menyegarkan mata. Di sudut desa itu ada sebuah masjid sederhana, rombongan aktivis kemanusiaan memutuskan rehat sejenak di sana.

Masjid itu bernama Masjid Nur Salam, terletak di Kampung Kubang Jelai, Pendang, Kedah. Saat kami datang di masjid itu, ramai orang sedang membaca wirid, semacam ratiban, kalau di Indonesia. Dipimpin oleh seorang datuk berjubah putih dan bersurban, jamaah masjid tersebut melafalkan bacaan-bacaan dzikir. Rupanya, masjid tersebut adalah masjid milik Thariqat Naqsabandiyah. Kelompok yang juga dijumpai di Indonesia.

Mereka memberikan kesempatan kepada tim untuk berbagi cerita. Mustapa Mansor, selaku ketua rombongan menyampaikan pesan-pesan kesadaran saling berbagi kepada para hadirin. Tim ‘Road for Peace’ mendapat sambutan yang cukup istimewa. Mereka disuguhi nasi kebuli yang disajikan dalam nampan. Para peserta dan jamaah masjid pun makan bersama-sama. Saat makan, sebagian penduduk menyanyikan nasyid dan shalawat sebagai tanda penyambutan mereka atas tim Road for Peace.

Seperti misi ke Pattani sebelumnya, Masjid selalu menjadi tempat persinggahan yang istimewa bagi tim ‘Road for Peace’. (sdqfajar/kiblatnet)

salam-online

Baca Juga