Tak Sudi Dikendalikan Agen-Agen Yahudi, Para Aktivis Mesir Serukan Perlawanan Bersenjata

Karena kami tidak ingin kezaliman dan penindasan terulang lagi.
Karena kami lelah dengan kemiskinan dan marjinalisasi.
Karena kami tidak bisa lagi melihat wajah preman dan koruptor.
Karena darah kami tidak murah.
Karena kita bersumpah tidak akan sudi dikendalikan oleh agen-agen Yahudi setelah hari ini.
Maka kami mengumumkan dimulainya Seruan Perlawanan Islam di Mesir

Mesir-aktivis mesir serukan perlawanan bersenjata-3-jpeg.imageKAIRO (SALAM-ONLINE): Itulah kalimat pembuka dalam sebuah rilis yang dikeluarkan oleh para aktivis Mesir melalui internet, dengan judul: Revolusi Rakyat; Bagaimana Melawan dan Mengapa?

Video yang diklaim sebagai rilis pertama untuk perlawanan Islam Mesir tersebut, selain menyerukan perlawanan juga menjelaskan secara teknis bagaimana melawan.

Langkah pertama yang ditawarkan ialah: Setiap individu yang ingin bergabung dalam Perlawanan Rakyat harus mengikrarkan diri untuk memulai perlawanan bersenjata. Kemudian, ia harus meyakinkan empat atau lima orang lain yang dipercaya untuk bergabung dengannya dalam perlawanan.

Lima orang tersebut bekerjasama dalam penyebaran ide dan kemiliteran.

Jika yang bersangkutan tidak menemukan seorang pun untuk bergabung, ia bisa memulai sendiri. Menurut rilis tersebut, kadang-kadang bekerja sendiri jauh lebih efektif.

Dalam perlawanan tersebut, apa pun yang didapat bisa menjadi senjata, mulai dari pentungan sampai roket. Dan pembelian senjata dimulai dari kantong sendiri. ”Yang mendanai Anda adalah kantong Anda sendiri.”

Seiring dengan perjalanan waktu, seseorang akan mendapatkan kesempatan yang baik dalam revolusi bersenjata tersebut.

Ide perlawanan bersenjata itu juga menyerukan setiap orang untuk membuat slogan-slogan perlawanan rakyat, lalu menyebarkannya di internet maupun media cetak.

Apa yang baru dalam perlawanan ini?

Baca Juga

Menurut rilis tersebut, ”Perlawanan ini tidak bisa dibasmi, karena yang menyatukan anggotanya adalah gagasan dan tujuan, bukan organisasi. Itu juga berarti bahwa dia dapat melakukan puluhan operasi di seluruh provinsi dalam waktu yang sedikit. Dan ini adalah kelompok yang memiliki energi terbesar, atau bahkan tentara.”

Target spesifik dari perlawanan rakyat tersebut ialah:

  1. Mematahkan kekuatan keamanan penguasa saat ini secara permanen (polisi, intelijen, dan keamanan negara).
  2. Mengakhiri segala bentuk dominasi dan keberadaan rezim yang represif terhadap rakyat. Dan mengembalikan kehidupan yang lebih adil.
  3. Mencegah setiap sekte, pihak, atau media yang membantu dalam membenarkan rezim yang kotor.
  4. Menetralisir tentara dan polarisasi untuk bergabung dan berperang dalam revolusi. Sasarannya adalah segala bentuk kehadiran militer, politik, dan ekonomi “Israel” di Mesir.

Pesan tersebut juga mengingatkan bahwa media adalah 90% dari perlawanan. Jika perlawanan tidak didukung dengan media dan dikuatkan dengan slogan-slogannya, maka lima orang yang tidak dikenal tapi mampu melaksanakan amaliat setiap bulan, jauh lebih baik dari seribu orang yang terkenal. Ingat bahwa ada rambut (yang bisa menjadi pemicu kegagalan, red) antara resistensi dan bullying. Pahlawan perlawanan itu melindungi dan membela manusia, sedangkan preman itu menjarah, membuat takut, dan melanggar hak-hak mereka.

Ada satu kalimat penting yang harus disimpan baik-baik oleh orang yang diseru dalam perlawanan bersenjata tersebut. Yaitu, “Tidak ada tentara di dunia ini yang dapat menghadapi perlawanan rakyat yang meluas ke seluruh ruang negara, dengan elemen dan taktik yang bermacam-macam.”

Perlawanan rakyat disebut sebagai perlawanan orang-orang miskin, karena ciri khusus perlawanan ini adalah orang-orang yang tidak memiliki apa-apa menghadapi mereka yang memiliki segalanya. Semakin lama, kekuatan orang-orang miskin semakin bertambah, sehingga yang dibutuhkan adalah bertahan dalam perlawanan dan memperluas wilayahnya.

Perlawanan rakyat itu akan menuai kemenangan dengan merebut hati rakyat serta bercampur dengan mereka. Dalam hal ini, kekuatan militer biasanya menggagalkan perlawanan dengan rakyat pula. Inilah yang harus dicegah sebaik-baiknya, dengan cara menjaga setiap amaliat agar diterima oleh logika rakyat. Bukan dengan menyebarkan teror di kalangan orang yang tidak bersalah.

Terakhir, para aktivis yang menggagas perlawanan bersenjata tersebut menyebutkan bahwa ”tujuan besar yang hendak kita capai adalah mengalahkan penjajahan Zionis dan Barat terhadap umat Islam, dengan jalan kekalahan antek-antek dan agen mereka di Mesir. Berikutnya adalah membasmi korupsi dan tirani negara sekuler, yang telah mengatur kita selama puluhan tahun. Dan terakhir adalah pembentukan sebuah negara yang kuat, menegakkan keadilan, mencegah kezaliman, dan berhukum dengan Islam.” (Agus Abdullah/kiblatnet)

salam-online

Baca Juga