Diusir dari Gedung Pencakar Langit New York karena Shalat, Keluarga Muslim Menggugat

New York-Empire State Building-gedung pencakar langit-2-jpeg.imageNEW YORK (SALAM-ONLINE): Harapan sebuah keluarga di New York, AS, untuk menikmati tamasya yang menyenangkan dari ketinggian puncak Manhattan berakhir ironis ketika anggota keluarga tersebut diusir keluar dari Empire State Building karena telah melaksanakan shalat. Ini terungkap di Pengadilan Distrik Manhattan, Selasa (18/3), seperti dilansir CNN.

Fahad Tirmizi dan istrinya, Amina, beserta dua anak mereka berada di dek observasi gedung pencakar langit New York 2 Juli 2013 lalu. “Tiba waktunya dimana agama dari keluarga tersebut (Islam) mengharuskan mereka untuk melaksanakan shalat Isya di mana pun mereka berada pada saat itu,” demikian terungkap dalam gugatan di Pengadilan Distrik Manhattan.

Pasangan ini diam-diam bersujud di area terpencil dari dek observasi, dengan sedikit lalu lintas pejalan kaki, kata dokumen pengadilan.

Saat dia berhasil melaksanakan shalat, salah satu penjaga merasa terganggu dan menonjok Fahad Tirmizi dengan tangan dan kakinya beberapa kali di berbagai bagian tubuhnya, ungkap dokumen pengadilan.

Penjaga itu memberitahu Tirmizi bahwa ia tidak diizinkan untuk shalat saat berada di observatorium, dan kemudian mereka dan keluarganya dipaksa keluar lewat pintu keluar lantai dasar gedung, masih menurut dokumen pengadilan.

Gugatan itu menyebutkan manajemen perusahaan Empire State Building, perusahaan keamanan, dan dua penjaga keamanan yang tidak disebutkan namanya sebagai terdakwa, dan menyatakan bahwa mereka melanggar pasal pertama dan 14 Amandemen serta beberapa hukum hak-hak sipil negara dan kota.

Sebagai tanggapan atas gugatan tersebut, juru bicara Empire State Realty Trust, Brandy Bergman, mengatakan kepada CNN, Rabu (19/3) bahwa klaim tersebut sama sekali tidak berdasar dan mereka akan menanggapi gugatan itu di pengadilan.

Baca Juga

“Sebuah aturan atau kebijakan tak tertulis, dipaksakan oleh pihak keamanan ketika mereka mengeluarkan orang-orang ini,” kata Phillip Hines, pengacara untuk keluarga Muslim tersebut kepada CNN.

“Mereka tidak mengganggu siapa pun, mereka sudah keluar dari jalan, dan bagi mereka yang mengusir mereka dari gedung merupakan sebuah praktik yang bodoh dan memalukan dalam sebuah tindakan yang bersifat diskriminatif,” kata Hines.

Pasangan ini “merasa malu, terhina dan dipermalukan di depan orang lain, anak-anak mereka, dan masyarakat umum,” menurut gugatan itu.

Keluarga tersebut mengeluarkan pernyataan singkat melalui pengacaranya, “Kami tidak melakukan sesuatu yang salah, kami hanya ingin menikmati pemandangan seperti halnya orang lain.” (arrahmah.com)

salam-online

Baca Juga