Al-Sisi Minta Bantuan AS Perangi ‘Terorisme’

Mesir-Al-Sisi dan Menlu AS John Kerry-jpeg.image
Al-Sisi dan Menlu AS John Kerry

KAIRO (SALAM-ONLINE): Abdel Fattah Al-Sisi, seorang jenderal Mesir yang memimpin kudeta militer untuk menggulingkan kekuasaan Presiden Muhammad Mursi, meminta Amerika Serikat agar membantu memerangi “terorisme” untuk menghindari terbentuknya Afghanistan baru di Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan organisasi berita internasional, Sisi meminta kembali bantuan militer AS yang bernilai 1,3 milliar USD per tahun, yang sebagian dibekukan setelah kudeta militer beberapa waktu lalu.

Saat ditanya apa pesan yang dia miliki untuk Obama, Sisi mengklaim: “Kami berperang melawan ‘terorisme’.”

“Tentara Mesir sedang melakukan operasi besar di Sinai sehingga tidak akan berubah menjadi basis untuk ‘terorisme’ yang akan mengancam negara-negara tetangganya dan membuat Mesir ‘tidak stabil’. Jika Mesir tidak stabil, maka seluruh wilayah tidak stabil,” klaim Sisi yang saat itu mengenakan stelan gelap seperti dilansir Daily Star (16/5/2014).

“Kami membutuhkan dukungan Amerika untuk melawan ‘terorisme’, kami membutuhkan peralatan Amerika untuk digunakan untuk memerangi ‘terorisme’,” rengeknya.

“Jika tidak, kita akan melihat Afghanistan lain,” katanya khawatir. “Saya tidak berpikir Anda ingin menciptakan Afghanistan lainnya di wilayah ini.”

Baca Juga

Mujahidin Mesir dan otoritas boneka Mesir adalah musuh bebuyutan. Sebelumnya mereka pernah membunuh Presiden Anwar Sadad pada tahun 1981 karena perjanjian damai Camp David 1979 dengan “Israel”.

Sisi mencalonkan diri dalam pemilihan presiden mendatang. Satu-satunya saingannya adalah politisi sayap kiri, Hamdeen Sabahi.

Selain kerja sama keamanan dengan Barat untuk memerangi “terorisme”, Sisi juga merengek kepada Washington untuk meningakatkan kerja sama ekonomi dan pendidikan dengan memberikan beasiswa dan menciptakan proyek-proyek yang bisa menyelesaikan pengangguran kaum muda.

“Anda ingin menciptakan demokrasi di banyak negara. Ini adalah hal yang baik, tapi itu tidak akan berhasil kecuali melalui dukungan ekonomi yang baik dan dukungan yang tepat untuk pendidikan,” klaimnya. (arrahmah.com)

salam-online

Baca Juga