Tentara Prancis Tembak Mati Dua Pemuda Muslim Afrika Tengah

Afrika Tengah-dua pemuda Muslim gugur di tangan tentara prancis-jpeg.imageBAMBARI (SALAM-ONLINE): Dua pemuda Muslim ditembak mati dan sejumlah lainnya terluka pada hari Jumat (23/5) di kota Bambari, 400 km sebelah timur dari ibukota Republik Afrika Tengah (CAR) Bangui, selama bentrokan dengan tentara Prancis, kata saksi mata.

Identitas korban diketahui bernama Hamadou Moussa Ibrahim, 24 tahun, dan Mohamed Saleh Issaka, 29 tahun.

Mereka terlibat dalam protes umat Islam, yang mengecam kampanye pasukan pemerintah dan Prancis untuk melucuti senjata pejuang Muslim Seleka. Umat Islam menilai kampanye perlucutan senjata akan membuka jalan serangan dari milisi Kristen anti-Balaka kepada komunitas Muslim.

Menurut saksi mata, pemuda Muslim itu memblokir jalan di kota yang mencegah pasukan Prancis menjalankan keputusan pemerintah CAR, untuk membongkar pos-pos pemeriksaan yang dikuasai oleh milisi Seleka dan melucuti senjata mereka.

“Untuk membersihkan jalan, tentara Prancis melepaskan tembakan, menewaskan dua orang dan melukai empat orang lainnya,” kata Zoubeirou Moussa, presiden Asosiasi Pemuda Muslim di Bambari, saat berbicara kepada Anadolu Agency (AA).

Bentrokan terjadi hanya beberapa hari setelah kepala staff baru pejuang Seleka Joseph Ousmane Zoundeko, menandatangani kesepakatan dengan pasukan penjaga perdamaian Prancis untuk menghindari bentrokan dengan milisi Kristen anti-Balaka.

“Kami telah mencapai kesepakatan untuk menerapkan langkah-langkah membangun kepercayaan dengan cara-cara yang sesuai dengan situasi di Bambari,” kata Zoundeko kepada AA.

“Namun, kami berhak membela diri tanpa harus kembali ke pasukan penjaga perdamaian Prancis dalam kasus serangan anti-Balaka,” tambahnya.

Sebuah sumber militer mengatakan kepada AA bahwa tindakan membangun kepercayaan telah disetujui pada Desember lalu. Sumber juga menambahkan bahwa langkah-langkah itu menyerukan semua kelompok bersenjata untuk menghentikan kegiatan mereka.

Baca Juga

Pertama kali didirikan pada pertengahan 2012, anggota pejuang Seleka diambil dari pasukan perlawanan yang menentang presiden Francois Bozize, seorang Kristen.

Satu tahun kemudian, Seleka berhasil menjatuhkan kekuasaan Bozize dan mengangkat Michel Djotodia , seorang Muslim sebagai penggantinya. Namun, di bawah tekanan internasional Michael Djotodia mengundurkan diri awal tahun ini, kemudian digantikan oleh Catherine Samba-Panza, seorang Kristen.

Kekerasan anti-Muslim telah meningkat sejak Januari, ketika Samba-Panza diangkat menjadi presiden Interim.

Sejak Desember lalu, ribuan umat Islam telah gugur dalam serentetan pertumpahan darah sektarian di seluruh negeri.

Kekerasan terhadap Muslim dilakukan oleh milisi Kristen anti-Balaka, yang menuduh umat Islam mendukung mantan pejuang seleka yang dituding telah menyerang, menjarah harta benda dan melaksanakan eksekusi kelompok Kristen.

Menurut badan pengungsi PBB (UNHCR), lebih dari 173.000 penduduk (Muslim) telah terlantar akibat kekerasan, sementara 37.000 lainnya telah melarikan diri dari CAR. (qathrunnada/kiblatnet)

salam-online

Baca Juga