IHH Turki Ajak Pemerintah Indonesia Lihat Langsung Fakta Rakyat Suriah di Pengungsian

P1050300
Kepala Biro Internasional IHH, Izzet Sahin saat menerima kunjungan delegasi Kemanusiaan FIPS di kantonya, Istanil Turki (Foto: salamonline)

ISTANBUL (SALAM-ONLINE): Lembaga kemanusiaan internasional IHH yang berbasis di Istanbul, Turki, mengajak parlemen dan pemerintah Indonesia untuk melihat langsung fakta keadaan rakyat Suriah, khususnya pada beberapa pengungsian di perbatasan Turki-Suriah.

Demikian disampaikan Kepala Biro Internasional IHH, Izzet Sahin, saat menerima kunjungan silaturrahim delegasi kemanusiaan Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) di Istanbul, Jumat (29/5) kemarin.

“Ini perlu kami tegaskan, bahwa tak ada yang terkait ‘terorisme’ yang kami bantu dalam tragedi kemanusiaan di Suriah ini,” ungkap Izzet Sahin.

“Tentu sangat disayangkan, hanya lantaran isu ‘terorisme’, misi kemanusiaan dari Indonesia untuk Syam, khususnya Suriah, mengalami kesulitan dalam menyalurkan bantuan,” sesalnya.

Kepada delegasi FIPS Sahin menegaskan, perlunya parlemen dan pemerintah Indonesia melihat langsung fakta yang terjadi di lapangan. “Tak ada dalam daftar misi bantuan kemanusiaan yang kami lakukan yang terkait dengan’terorisme’,” ungkapnya.

Baca Juga

Delegasi FIPS mengadakan kunjungan kemanusiaan untuk mengikuti serangkaian acara yang digelar IHH, di antaranya peringatan 5 tahun ditembakinya kapal Mavi Marmara Turki saat membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza pada 2010 lalu.

Delegasi FIPS juga mengunjungi kamp pengungsian rakyat Suriah di perbatasan Turki yang dikelola IHH. FIPS akan menyalurkan bantuan dari Muslim Indonesia untuk rakyat Suriah, termasuk lembaga pendidikan Tahfidz Al-Qur’an yang dikelola para ulama Suriah.

Selain itu, delegasi kemanusiaan FIPS akan diterima Rabithah Ulama Syam dan Majelis Islam Suriah di bawah pimpinan Syaikh Dr Usamah Ar-Rifai yang saat ini berkantor di Istanbul.

Keberangkatan delegasi FIPS dilepas secara resmi oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah di Gedung Nusantara III Senayan Jakarta pada Kamis (28/5) lalu.

Delegasi terdiri dari Ahmad Michdan (Tim Pengacara Muslim), Fahmi Salim (anggota pengurus MUI dan MIUMI), Mustafa Nahrawardaya (aktivis muda Muhammadiyah), Abu Harits (Sekjen FIPS), beberapa relawan dan wartawan—baik dari media televisi, cetak, maupun online, termasuk salam-online. (mus/salamonline)

Baca Juga