Desak MPR Gelar Sidang Istimewa, ATM Sebut Kepemimpinan Jokowi tak Bawa Manfaat

Jpeg

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Di tengah hujan yang mengguyur Jakarta, termasuk di kawasan Senayan, tempat berkantornya anggota DPR, Senin (16/11) massa mahasiswa kembali berunjuk rasa menuntut digelarnya Sidang Istimewa untuk melengserkan Jokowi-JK.

Aksi massa ormas mahasiswa dan pemuda seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Himmah Al Washliyah, dan lainnya yang tergabung dalam Aliansi Tarik Mandat (ATM) ini digelar kesekian kalinya untuk menuntut Jokowi-JK mundur sebagai presiden dan wakil presiden.

“Kami meminta Jokowi-JK turun. Kami datang kemari untuk menuntut Jokowi-JK atas hak yang tidak berpihak kepada rakyat,” ujar Presidium ATM Karman BM kepada redaksi di depan Gedung DPR, Senin (16/11).

Karman mengatakan bahwa kepemimpinan Jokowi telah gagal. Selama satu tahun ini, menurutnya, kepemimpinan Jokowi tidak membawa manfaat kepada pemerintahan dan bangsa Indonesia.

Jpeg

“ATM konsisten untuk melakukan perlawana terhadap rezim Jokowi yang telah gagal memimpin negara,” kata Karman.

Baca Juga

Dalam unjuk rasa kali ini tampak ratusan mahasiswa melakukan aksi bakar ban dan membawa puluhan kodok di depan Gedung Parlemen. Mereka meneriakkan bahwa kepemimpinan Jokowi-JK tak ubahnya seperti kodok.

“Nawacita hanya jadi duka cita, kedaulatan semakin jauh dari kenyataan. Kebijakan ekonomi di bawah pemerintahan Jokowi malah semakin liberal,” ungkap Karman.

Karman menegaskan, untuk melawan kolonialisme, rakyat Indonesia harus bersatu. “Rakyat Indonesia harus bangkit melawan neo kolonialisme dan neo-imperialisme menuju bangsa merdeka,” jelasnya.

Karena itu, ujar Karman, pihaknya mendesak DPR/MPR untuk melaksanakan Sidang Istimewa.

JpegPantauan salam-online, aksi di depan gedung Parlemen itu berlangsung damai hingga sore. (EZ/salam-online)

Baca Juga