Berpihak pada yang Benar

Sabda Rasulullah tentang Pemimpin (Penguasa) yang Bodoh

Kursi-Semoga Allah Melindungimu dari pemerintahan yang bodoh-jpeg.imageSALAM-ONLINE: Dari Jabir bin Abdillah (ia berkata): Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda kepada Ka’ab bin ‘Ujrah: “Ya Ka’ab bin ‘Ujrah! Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan (penguasa) yang sufahaa’ (bodoh)!”

Ka’ab bin ‘Ujrah bertanya: “Kenapakah demikian ya Rasulullah, dan siapakah pemerintahan yang sufahaa’ (bodoh) itu?”

Rasulullah menjawab: “(Yaitu) para penguasa yang akan datang nanti sesudahku, mereka tidak mengikuti petunjukku dan tidak mengamalkan Sunnahku. Maka siapa saja yang membenarkan kebohongan mereka dan menolong kezaliman mereka, maka mereka itu bukan dariku dan aku bukan dari mereka,1 dan mereka tidak akan dibawa ke telagaku (pada hari kiamat).

Akan tetapi siapa saja yang tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak menolong kezaliman mereka, maka mereka itu dariku dan aku dari mereka,2 dan mereka akan dibawa ke telagaku (pada hari kiamat).

(Hadits Shahih. Telah dikeluarkan oleh Ahmad (3/321 & 399 dan ini lafazhnya), Daarimiy) (2/318 dengan sangat ringkas) dan Ibnu Hibban (no: 1569-mawaarid).3

Sebagian Faidah Hadits5

Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata:

والسفهاء: جمع سفيه

والسفيه: هو الجاهل الضعيف الرّأي القليل المعرفة بمواضع المصالح والمضار

“Sufahaa’ adalah bentuk jama’ dari safiih, sedangkan safiih artinya: Orang yang jahil (bodoh), yang dha’if (lemah) akalnya, yang sedikit sekali pengetahuannya tentang mana yang maslahat dan mana yang mudharat.”6

Hadits yang mulia ini merupakan hadits yang sangat besar dan agung, yang menjadi salah satu tanda dari tanda-tanda kenabian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Bahwa apa yang beliau kabarkan pasti terjadi.

Kita saksikan sebagian besar negeri-negeri Islam pemerintahannya adalah pemerintahan yang sufahaa’, yaitu suatu pemerintahan yang dipimpin oleh para penguasa yang tidak mengikuti petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Padahal sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Yakni pemerintahan yang tidak mengamalkan petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Karena itu, pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang bodoh, miskin, terhina, lebih banyak rusaknya daripada maslahatnya.

Sebaliknya, pemerintahan yang mengikuti petunjuk dan Sunnah Nabi adalah sebuah pemerintahan yang berilmu, kaya, kuat, penuh dengan kemaslahatan.

Hadits yang mulia ini bagaikan petir yang menyambar suatu kelompok pergerakan yang telah menceburkan diri mereka ke dalam kubangan pemerintahan sufahaa’.

Semoga Allah melindungi kita dari pemerintahan (pemimpin dan penguasa) yang sufahaa’ (bodoh).

Nasihat

Wahai Saudara-saudaraku hendaklah kita bertakwa kepada Allah. Hendaklah kita mengamalkan petunjuk Rasulullah. Bagi kita yang diberikan amanah kepemimpinan (kekuasaan), hendaklah menjalankan petunjuk dan sunnah Rasulullah dalam menjalankan kepemimpinan tersebut. Jika seorang pemimpin tidak mengamalkan petunjuk dan sunnah Rasulullah, maka ia digolongkan kepada pemimpin yang sufahaa’.

Allahu a’lam.

Catatan: Tulisan ini didasarkan kepada buku karya Ustadz Abdul Hakim.7

Disusun oleh Abu Aslam bin Syahmir Marbawi.

Footnote:

  1. Yakni, mereka bukanlah orang-orang yang mengikuti Sunnahku dalam masalah ini.
  2. Yakni, merekalah orang-orang yang mengikuti Sunnahku.
  3. Lihat buku “al-Masaail” jilid 4 karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, halaman 215.
  4. Lihat buku “al-Masaail” jilid 4 halaman 216.
  5. Lihat buku “al-Masaail” jilid 4 halaman 216.
  6. Tafsir Ibnu Katsir di dalam menafsirkan ayat 13 surat al-Baqarah. Lihat buku “al-Masaail” jilid 4 halaman 216.
  7. Buku al-Masaail jilid 4.

Sumber: https://muslimsumbar.wordpress.com/2012/08/13/sabda-rasulullah-tentang-pemerintahan-yang-bodoh/

Anda mungkin juga berminat