Tampil di Masjid Istiqlal, Kunjungan Mantan Mufti Suriah Syaikh Rajab Deeb Didukung Kemenag & BNPT

Syaikh Rajab Deeb-5-jpeg.image
Syaikh Rajab Deeb

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Mantan Mufti Suriah Syaikh Rajab Deeb yang dalam sejumlah link disebut-sebut sebagai pendukung rezim Basyar Asad, Ahad (8/11) tampil di Masjid Istiqlal, Jakarta, untuk menyampaikan ‘taushiyah’nya.

Kedatangannya ke Indonesia adalah untuk yang kelima kalinya. Sejumlah tokoh dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dikunjunginya. Di Masjid Istiqlal ia tampil pada acara Kajian Tauhid bersama pimpinan Daarut Tauhiid Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym.

Sosok berusia 85 tahun itu rencananya berada di Indonesia selama sembilan hari dan sudah mengunjungi 9 kota di negara berpenduduk mayoritas Muslim ini. Kedatangannya ke Indonesia mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

“Kedatangan beliau didukung oleh Kemenag dan Badan Penanggulangan Terorisme atau BNPT,” ungkap pembawa acara, Nizar Mashadi, Ahad (8/11) di Masjid Istiqlal.

Pantauan salam-online dalam acara Kajian Tauhid di Masjid Istiqlal bersama Aa Gym itu, Syaikh Rajab sama sekali tidak menyinggung penderitaan rakyat di negaranya yang ditindas rezim Basyar Asad.

Di Masjid Istiqlal, Rajab hanya menerangkan tafsir Qur’an Surat Al ‘Ashr. Tidak sedikit pun dia menyinggung penindasan rezim Asad yang sudah hampir 50 tahun berlangsung di Suriah—terutama sejak Suriah dipimpin ayahnya Basyar, Hafedz Asad dan kini Basyar Asad—kemudian sejak Maret 2011 lalu muncul perlawanan dari rakyat dan elemen-elemen masyarakat di wilayah Syam itu hingga kini.

Syaikh Rajab yang dikenal sebagai Mufti pertama di Suriah itu menjelaskan kepada para jamaah tentang pentingnya berdzikir kepada Allah di setiap aktivitas yang dilakukan.

“Jangan lupakan untuk selalu berdzikir kepada Allah, memohon ampunan, tegakkan kalimat Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah, tasbih, tahlil dan tahmid harus selalu diucapkan agar Allah memberikan barokah dalam hidup,”ujarnya di hadapan jamaah.

Baca Juga

Didampingi penerjemah, Rajab melanjutkan kajiannya dengan menyampaikan pesan kepada para jamaah agar selalu ingat akan kesalahan yang dilakukan oleh diri kita masing-masing.

“Manusia tidak dihitung masa umurnya, tetapi dengan ilmu dan amal yang dimilikinya,” tuturnya lagi.

Ia juga menyampaikan makna yang tersirat pada shalat Ashar seperti disampaikan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa Sallam akan pentingnya waktu Ashar.

“Orang yang meninggalkan shalat Ashar ibarat orang meninggalkan rumah saat pagi, dan saat pulang dia tidak menjumpai seluruh harta dan anak istrinya,” terangnya.

Usai Rajab memberikan ‘taushiyah’, salam-online meminta komentarnya terkait penderitaan rakyat Suriah dan konflik yang berlangsung lebih 4 tahun di negaranya. Namun Rajab tidak memberikan jawaban. Pembawa acara, Nizar Mashadi, mengatakan agar Syaikh Rajab jangan diberikan pertanyaan mengenai politik.

Jpeg
Suasana Kajian Tauhid di Masjid Istiqlal yang dihadiri oleh Mantan Mufti Suriah Syaikh Rajab Deeb, Ahad, 8 November 2015 (Foto: EZ/salam-online)

“Tolong jangan bertanya berkaitan dengan politik Suriah. Syaikh menitipkan pesan untuk tidak ingin membahas itu,” kata Nizar kepada salam-online yang semula melontarkan langsung pertanyaan kepada Syaikh Rajab dalam bahasa Arab. (EZ/salam-online)

Baca Juga