Siap Damai, Rezim Suriah Tunggu Daftar Organisasi ‘Teroris’ yang Dilarang Ikut ke Meja Perundingan

walid-syria
Menlu Rezim Suriah Walid Muallem

JENEWA (SALAM-ONLINE): Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem mengatakan, rezim Basyar Asad siap untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai di Jenewa yang bertujuan mengakhiri perang yang telah memasuki tahun kelima itu.

“Suriah siap berpartisipasi dalam dialog perdamaian di Jenewa tanpa campur tangan asing, dan untuk mengakhiri perang yang terjadi,” kata Walid dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi, Kamis (24/12), seperti dilansir Worldbulletin.

Cina adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yang pekan lalu memberi dukungan untuk segera mengakhiri konflik yang terjadi di Suriah dengan membawa rezim Asad ke meja perundingan internasional.

Namun, Muallem menambahkan, bahwa Pemerintah Suriah juga menunggu rilis daftar “organisasi teroris” yang tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai itu.

“Delegasi kami akan siap segera setelah kami menerima daftar delegasi oposisi,” ungkap Muallem.

PBB bersama Yordania telah membuat daftar nama kelompok-kelompok yang dilarang untuk mengikuti pembicaraan damai yang telah disampaikan pada Jumat (18/12) lalu. Kelompok tersebut termasuk ISIL dan Jabhah Nushrah yang berafiliasi kepada Al-Qaidah.

Baca Juga

“Kami berharap bahwa dialog ini akan berhasil untuk membantu kami dalam menyelesaikan masalah pemerintahan,” ujar Muallem.

Menurutnya, Damaskus akan membuat sebuah Komite Konstitusional untuk mencari sebuah konstitusi baru dengan undang-undang baru, sehingga pemilihan parlemen akan diselenggarakan dalam waktu 18 bulan. Komentar Muallem itu muncul untuk pertama kalinya dari pihak rezim Suriah.

Dengan dukungan penting dari Amerika Serikat dan Rusia, rencana PBB bertujuan untuk menyetujui gencatan senjata di Suriah, mungkin pada Januari, ketika pembicaraan selesai dilakukan.

“Ini akan menjadi pembicaraan perdamaian babak ketiga di Jenewa, dan ini merupakan sesi terakhir,” terang Muallem.

Pemerintah Cina juga mengumumkan pada Kamis (24/12) akan menambahkan bantuan kemanusiaan kepada Suriah sebanyak $40 juta untuk mengatasi masalah ekonomi yang mendesak dan sedang melanda Negara itu. (EZ/salam-online)

Sumber: Worldbulletin

Baca Juga