Media Iran Kaitkan Kunjungan Erdogan ke Saudi dengan Eksekusi, Sang Dubes Dipanggil Deplu Turki


thumbs_b_c_ddfa23f5a770bf42995fc7f3ea28d585

Kemenlu Turki

ANKARA (SALAM-ONLINE): Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan Ankara memanggil Duta Besar Iran menyusul berita di media Iran yang mengkaitkan kunjungan Erdogan ke Arab Saudi belum lama ini dengan eksekusi di sana.

Turki telah memanggil duta besar Iran di Ankara atas kontroversi yang diciptakan oleh beberapa media negara mayoritas Syiah itu terkait kunjungan Erdogan baru-baru ini ke Arab Saudi.

Kemenlu Tuki mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis (7/1) bahwa Duta Besar Iran dipanggil karena pemberitaan media Iran yang mengkaitkan kunjungan Erdogan ke Saudi dengan eksekusi 47 orang di negeri kaya minyak itu.

Departemen Luar Negeri Turki mengecam berita yang disebarkan oleh media Iran dan tuduhan terhadap Erdogan, dan menuntut diakhirinya publikasi dan siaran yang bertujuan untuk menciptakan citra negatif terhadap Presiden Erdogan di kalangan warga Iran.

Duta Besar Iran juga diberitahu bahwa keselamatan misi diplomatik asing adalah tanggung jawab negara tuan rumah dan kebijakan internal negara tersebut. Karena itu, serangan terhadap kedutaan Saudi di Teheran dan Konsulatnya di Masyhad tak dapat dijelaskan dan tidak dapat diterima.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Saudi antara 29 Desember sampai 31 Desember 2015 lalu. Pada 2 Januari, Saudi mengeksekusi pentolan Syiah, Nimr Baqir al-Nimr, bersama 46 orang lainnya yang dihukum dengan dakwaan “terorisme”.

Teheran memperingatkan bahwa Saudi akan membayar “harga yang tinggi” untuk kematian Nimr, sementara demonstran Iran menyerang Kedubes Saudi di Teheran dan Konsulatnya di kota Masyhad.

Pada 3 Januari, Riyadh memutuskan semua hubungan diplomatik dengan Iran dan memberi diplomat Iran waktu 48 jam untuk meninggalkan Saudi.

Pada hari yang sama, orang-orang bersenjata tak dikenal menyerang patroli polisi di kota tempat Nimr tinggal, di provinsi Qatif, Saudi, menewaskan satu orang.

Setelah Riyadh, Bahrain dan Sudan juga memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran pada 4 Januari, sementara Qatar menarik Dubesnya dan Uni Emirat Arab mengurangi perwakilan diplomatiknya di Teheran.

Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Cina dan Turki mendesak Saudi dan Iran untuk menahan diri di tengah ketegangan yang sedang berlangsung. (EZ/salam-online)

Sumber: Anadolu