Berpihak pada yang Benar

Amnesty International: “Syiah Houthi Sangat Membahayakan Kehidupan Warga Sipil Yaman”

Syiah Houthi di Sana'a-Yaman-Reuters-jpeg.image
Syiah Houthi di Sana’a, Yaman (Foto: Reuters)

SALAM-ONLINE: Organisasi hak asasi manusia Amnesty International mengeluarkan peringatan bahwa milisi pemberontak Syiah Houthi di Yaman yang didukung oleh Iran beserta pasukan sekutunya sangat membahayakan bagi kehidupan warga sipil Yaman.

Organisasi yang berbasis di Inggris itu menegaskan hal tersebut setelah Syiah Houthi melakukan pemblokiran rumah sakit di Kota Taez, Yaman Selatan, selama tiga bulan terakhir.

Amnesty melaporkan hal itu melalui kesaksian yang dikumpulkan oleh 22 warga dan staf medis di rumah sakit tersebut.

“Sebagian besar rumah sakit di kota ini telah ditutup, hanya beberapa bagian saja yang tetap terbuka, tetapi berada di ambang kehancuran karena kurangnya pasokan peralatan medis,” kata seorang staf rumah sakit itu seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (9/2).

Ia mengungkap, seorang bayi yang baru dilahirkan oleh seorang warga meninggal beberapa jam kemudian karena kekurangan oksigen yang cukup parah.

James Lynch, Deputi Timur Tengah dan juga Direktur Afrika Utara Amnesty International, mengatakan Syiah Houthi melakukan tindakan sengaja dengan memberlakukan pembatasan masuknya peralatan medis untuk rumah sakit di kota terbesar ketiga di Yaman itu.

“Pasukan Syiah Houthi tampaknya sengaja melakukan pembatasan masuknya barang untuk warga sipil, termasuk obat-obatan penting dan makanan. Hal itu dapat memicu krisis kemanusiaan dengan konsekuensi yang dapat menghancurkan kehidupan warga Taez,” ujar Lynch.

Menurutnya, melakukan pemblokiran bantuan kemanusiaan adalah sebagai pelanggaran hukum yang serius secara internasional.

“Warga terjebak dalam sebuah kantong Taez. (Syiah Houthi) merampas kebutuhan dasar dari penduduk sipil,” sesalnya.

Amnesty mengatakan sekitar 80 persen toko-toko di Taez ditutup dan harga barang-barang selundupan melonjak, dengan persediaan bahan baku makanan yang semakin berkurang dan harga-harga meningkat sekitar empat hingga lima kali lipat. (EZ/salam-online)

Sumber: Al Arabiya

Anda mungkin juga berminat