Siswa Muslim Tolak Jabat Tangan dengan bukan Mahram, Guru Perempuan di Jerman Marah Besar

Hamburg-Siswa Muslim Tolak Salaman dengan Guru Perempuan
Ilustrasi

HAMBURG (SALAM-ONLINE): Seorang guru perempuan di sekolah Kurt-Tucholsky, Hamburg, Jerman marah besar dan melakukan aksi boikot serta walkout dalam sebuah upacara (wisuda) akhir masa sekolah setelah seorang siswa Muslim menolak untuk berjabat tangan dengannya atas dasar Islam.

“Jangan tersinggung, agama saya tidak membiarkan saya untuk untuk melakukan hal itu (bersentuhan dengan yang bukan mahram, red). Saya tidak bermaksud untuk tidak menghormati Anda,” kata siswa laki-laki itu kepada guru perempuannya saat upacara Kamis (7/7) lalu seperti dikutip dailymail.co.uk (12/7).

Lima guru lainnya sangat marah sehingga bergegas keluar meninggalkan upacara di sekolah tersebut. Mereka menuntut murid Muslim tersebut dipulangkan, tapi kepala sekolah menolak.

Setelah insiden di Hamburg Kamis pekan lalu itu, sang kepala sekolah, Lüdtke, mengatakan bahwa tujuh guru memboikot malam perayaan lainnya di sekolahnya. “Itu sangat buruk,” katanya.

Baca Juga

“Murid yang bersangkutan sama sekali tidak ekstremis. Kita sekarang sedang mempertimbangkan bagaimana menunjukkan bahwa kita tidak bisa menolerir perilaku tersebut. Ini adalah untuk pertama kalinya kasus seperti ini menjadi masalah di sekolah,” ungkap Lüdtke.

Namun sebenarnya insiden seperti ini bukanlah pertama kalinya terjadi di sekolah-sekolah Eropa. Saat ini dua pelajar laki-laki Muslim di negara Swiss masih menunggu putusan sidang terkait penolakan mereka berjabat tangan dengan guru-guru perempuan mereka dalam acara serupa.

Pada Juni lalu, seorang Imam Muslim terpaksa mengambil anaknya keluar dari sekolah di Berlin setelah melakukan pertemuan dengan guru di sekolah tersebut. Saat ayah dari murid tersebut mengatakan anaknya tak bisa berjabat tangan dengan yang bukan mahram, gurunya mengatakan bahwa sang anak harus “beradaptasi dengan budaya”. (s)

Sumber: dailymail

Baca Juga