Siap Jadikan Ulama sebagai Pemimpin, Umat Islam Makassar Teriakkan ‘Revolusi’


Ribuan Kaum Muslimin di Masjid Raya Makassar dengan gegap gempita memekikkan takbir saat Ketua GNPF-MUI membakar semangat jamaah dalam acara Tabligh Akbar Bela Islam hari ini, Ahad (18/12/2016). (Foto: Abu Faiz)

MAKASAR (SALAM-ONLINE): Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) KH Bachtiar Nasir tampil membakar semangat jihad ribuan kaum Muslimin dalam acara Tabligh Akbar Bela Islam yang berlangsung di Masjid Raya Makassar hari ini, Ahad (18/12).

Dalam kesempatan ini umat Islam menyampaikan komitmennya untuk menaati dan menjadikan ulama sebagai pemimpin.

Maka, dari atas mimbar Ustadz Bachtiar Nasir bertanya kepada jamaah, apakah mereka siap melanjutkan Aksi Bela Islam IV digelar jika penegakan hukum terhadap tersangka penista kitab suci Al-Qur’an mengecewakan? Jamaah menjawab, “Siap!”

“Apakah bentuknya mau yang super damai atau revolusi?” tanya Ustadz Bachtiar, yang disambut dengan jawaban, “Revolusi!”.

Pelataran Masjid Raya Makassar itu pun menjadi gegap gempita dan membahana lantaran seruan jamaah yang kompak meneriakkan “revolusi” disertai pekikan takbir: Allahu Akbar!

Ustadz Bachtiar mengatakan, revolusi yang dimaksud sebenarnya hanya melanjutkan program revolusi pemerintah yang sekarang.

Namun, pria berdarah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan itu menilai, program revolusi tidak berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan. Ustad Bachtiar menyebut, pemerintah tidak terlalu peduli dengan nasib umat.

Ustadz Bachtiar Nasir dalam Tabligh Akbar Bela Islam di Masjid Raya Makassar, Ahad (18/12/2016). (Foto: Abu Faiz)

Pimpinan lembaga Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center itu mengungkapkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengembalikan izzah kaum Muslim di Indonesia untuk bersatu merapatkan barisan membela kebenaran.

Terbukti dengan penyelenggaraan Aksi Bela Islam pertama hingga ketiga yang berlangsung dengan sangat damai belum lama ini. Aksi itu memperlihatkan dengan jelas wujud persatuan dan kesatuan kaum Muslimin di Nusantara tercinta ini.

Abu Faiz