Tunjukkan Solidaritas terhadap Warga Aleppo, Emir Qatar Batalkan Perayaan Hari Nasional


Emir Qatar Syaikh Tamim bin Hamad Al-Thani

DOHA (SALAM-ONLINE): Hari perayaan nasional Qatar yang sebelumnya dijadwalkan pada 18 Desember dibatalkan oleh Emir Qatar Syaikh Tamim bin Hamad Al-Thani.

Qatar membatalkan hari perayaan nasional itu untuk menunjukkan solidaritas terhadap warga Aleppo, Suriah, yang saat ini mengalami penindasan dari rezim Basyar Asad.

Pembatalan ini dilakukan setelah pasukan rezim Asad melancarkan serangan membabi buta di Aleppo timur hingga menghancurkan banyak bangunan dan membunuh warga sipil. Rezim Asad pun tidak menghormati adanya kesepakatan gencatan senjata.

Sebagai wujud pembatalan itu, maka tidak akan ada perayaan di Qatar, termasuk tarian atau musik, kembang api di malam hari atau parade pada Hari Nasional Qatar pada 18 Desember mendatang.

“Untuk menunjukkan solidaritas dengan saudara kami di kota Aleppo, yaitu mereka yang mengalami penindasan dan penyiksaan terburuk,” kata Syaikh Tamim bin Hamad Al-Thani seperti dikutip Aljazeera, Kamis (15/12).

Menteri Luar Negeri Qatar Syaikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dalam sebuah wawancara dengan Aljazeera, mengatakan bahwa rezim Asad melakukan kejahatan kemanusiaan.

“Situasi kemanusiaan di Suriah seperti bencana, tidak ada rumah sakit yang beroperasi sekarang, orang-orang terluka, mayat tidak bisa dievakuasi karena dikepung,” ujar Menlu Mohammed Abdulrahman Al Thani.

Sebelumnya, Qatar telah menyerukan pertemuan darurat Dewan Liga Arab pada tingkat delegasi permanen untuk membahas situasi tragis di kota Aleppo, suriah. (EZ/salam-online)

Sumber: Aljazeera