Penjajah ‘Israel’ Banyak Lakukan Pelanggaran terhadap Kebebasan Pers


SALAM-ONLINE: Lembaga pers dari Pusat Pembangunan dan Kebebasan Berpendapat Palestina (MADA) melihat sejak November 2016 terjadi peningkatan yang signifikan dalam pelanggaran terhadap kebebasan pers di wilayah Palestina, lansir Middleeastmonitor, Jumat (30/12).

Sebagian besar pelanggaran dilakukan oleh pasukan penjajah Zionis “Israel”, demikian laporan MADA.

LSM yang berbasis di Ramallah itu merilis sebuah laporan pada Selasa (27/12) dengan menyoroti bahwa pada November 2016 saja, total ada 31 “pelanggaran terhadap kebebasan pers” yang didokumentasikan. Setidaknya 27 pelanggaran telah dilakukan oleh pasukan penjajah itu.

Sebelas pelanggaran tercatat pada Oktober 2016 lalu, termasuk pembatasan pergerakan para wartawan dan media yang meliput di Gaza. Bahkan, penggerebekan di kantor pers, perusakan properti dan penahanan jurnalis Palestina pun dilakukan oleh aparat penjajah tersebut.

Menurut MADA, penjajah Zionis melarang total 28 jurnalis dalam perjalanan dari Gaza ke Tepi Barat yang dijajah untuk meliput konferensi  pers yang akan dilakukan oleh Fatah, meskipun semua wartawan mengajukan izin sebelum acara.

Pada 17 November 2016, MADA melaporkan bahwa pasukan “Israel” menyerang lebih dari sembilan wartawan dengan mengusir mereka dan menembakkan gas air mata serta semprotan merica.

Pada 16 November lalu, pasukan ‘Israel’ menyerbu Kantor Pembangunan Kesehatan di Ramallah setelah melempar bom di depan gedung tersebut. Pasukan kemudian menghancurkan peralatan dan menyita beberapa perangkat teknis, termasuk tiga hard-disk, dua server dan perangkat rekaman untuk kamera.

Penjajah pun telah melakukan tindakan keras terhadap wartawan Palestina dan aktivis hak asasi manusia sejak gelombang kekerasan meletus di “Israel” dan wilayah Palestina yang diduduki pada Oktober lalu. Belasan wartawan Palestina ditahan oleh pasukan “Israel”.

“Serangan sistematis ‘Israel’ pada jurnalis dan media Palestina merupakan bagian dari kampanye yang lebih luas untuk menanamkan rasa takut dan membungkam para jurnalis,” kata Jamal Dajani dari Kantor Perdana Menteri Palestina dalam siaran pers pada Mei lalu.

“Hari ini, kebebasan berekspresi telah menjadi alasan penangkapan, dengan dalih menebarkan hasutan kepada‘Israel’. ‘Israel’ ingin menghentikan Palestina dari pelaporan pelanggaran hak asasi manusia, mereka tidak ingin dunia mengetahui fakta-fakta nyata di lapangan,” tutupnya. (EZ/salam-online))

Sumber: Middleeastmonitor