Berpihak pada yang Benar

Pengaitan dengan ‘Teroris’, Upaya Makar Musuh Islam Menjauhkan Umat dari Panji Rasulullah

–CATATAN WIJAYA KURNIA SANTOSO–

SALAM-ONLINE: Sob, tahu nggak jika Panji Rasulullah saat ini ramai diperbincangkan? Bahkan di berbagai media sosial pun cukup menjadi viral lho? Atau kalian pada nggak ngeh tentang apa itu Panji. Tenang guys, gue jelasin.

Sob, Panji adalah sebuah identitas. Organisasi ataupun perkumpulan, bahkan fans klub sepak bola atau grup band juga memiliki panji-panji yang mewakili gambaran identitas perkumpulannya. Sebut saja panji milik penggemar klub sepak bola asal Surabaya, memiliki panji berwarna hijau yang mewakili identitas mereka.

Fans club sepak bola asal malang juga memiliki panji berlogo singa. Bahkan penggemar sepak bola di berbagai dunia juga memiliki panji-panji klub sepak bola pujaannya. Fans group band juga tak mau kalah. Mereka memiliki panji-panji khusus yang mewakili idolanya. Sebut saja fans salah satu grup band yang memiliki panji bertuliskan nama band tersebut berbentuk kupu-kupu dan sebagainya. Udah ngerti sekarang ?

Sob, ternyata tidak hanya fans club bola atau grup band aja yang punya panji. Umat islam juga memiliki panji kebanggaan, panji Rasulullah namanya. Panji Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam terdiri dari panji berwarna putih (al liwa) dan panji berwarna hitam (ar rayah) bertuliskan kalimat tauhid  Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasûlulLâh.

Hal ini sebagaimana riwayat dari Ibnu ‘Abbas ra, berkata: “Rayahnya (panji peperangan) Rasul saw berwarna hitam, sedangkan benderanya (liwa-nya) berwarna putih,” (HR at-Tirmidzi, Ibn Majjah, at-Thabrani).

Ibn Abbas ra juga menyatakan: “Panji (râyah) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. berwarna hitam dan benderanya (liwâ’) berwarna putih; tertulis padanya: Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasûlulLâh,”  (HR ath-Thabrani).

Panji Rasulullah bukanlah panji biasa lho guys, namun merupakan simbol identitas kaum Muslimin sekaligus memiliki makna akidah karena adanya kalimat tauhid Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasûlulLâh, dimana kalimat itulah yang membedakan antara Islam dengan kekufuran.

Panji ini juga menjadi lambang persatuan umat Islam tanpa lagi memandang suku, ras, perbedaan mazhab ataupun bahasa. Pada massa Rasulullah, Panji ini selalu dibawa pada saat peperangan ataupun ekspedisi militer. Dari Jabir bin Abdullah ra: “Sungguh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam itu, Liwa’-nya pada hari penaklukan Kota Makkah berwarna putih,” (HR Ibn Majah, al Hakim dan Ibn Hibban).

Panji Rasulullah ternyata juga memiliki keterkaitan dengan sejarah kerajaan—kerajaan di Nusantara juga lho, mulai penasaran ya? Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia tahun 2015:

“Pada 1479, Sultan Turki mengukuhkan Raden Patah sebagai Khalifatullah ing Tanah Jawa, perwakilan Kekhalifahan Islam (Turki) untuk Tanah Jawa, dengan menyerahan bendera Lâ ilâha illalLâh berwarna ungu kehitaman terbuat dari kain Kiswah Ka’bah dan bendera bertuliskan Muhammad RasûlulLâh berwarna hijau. Duplikatnya tersimpan di Kraton Yogyakarta sebagai pusaka, penanda keabsahan Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat wakil Kekhilafahan saat itu dari Turki”. Maka sudah sangat jelas kan bahwa Panji Rasulullah pernah menjadi simbol sekaligus kebanggaan masyarakat Nusantara.

Di tengah semaraknya mengenalkan dan mengingatkan kembali Panji Rasulullah, ada saja pihak yang dengan sengaja “memonsterisasi” Panji Rasulullah ini guys. Upaya pengaitan dengan gerakan “teroris” maupun membuat stigma negatif tentang Panji Rasulullah dilakukan sebagai upaya pencitraburukan Panji Rasul ini.

Sob, sungguh upaya ini adalah bentuk makar musuh-musuh Islam yang dengan sengaja menjauhkan kaum Muslimin dari simbol Islam dan kebanggaan untuk memiliki, menyimpan atau mengibarkan Panji Rasulullah. Musuh-musuh Islam berusaha mengaburkan sejarah sekaligus berupaya agar simbol kebanggaan kaum Muslimin yakni Panji Rasulullah ini menjadi asing dan terasingkan dari benak kaum Muslimin.

Maka jika ada upaya-upaya penghadangan dan pelarangan terhadap Panji Rasulullah oleh segelintir masyarakat, kelompok atau pihak-pihak tertentu, bisa disebabkan karena ketidaktahuan mereka atau memang karena alergi terhadap Islam dan simbol kebanggaan Islam berupa Panji Rasulullah ini.

Jika karena ketidaktahuan maka harus diberitahu dan dijelaskan sehingga sosialisasi dan pengingatan kembali tentang Panji Rasulullah ini harus dilakukan secara massif, bahkan digelar di berbagai daerah lapisan masyarakat. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak lagi salah paham dan mengetahui akan Panji Rasulullah, panji kebanggan kaum Muslimin.

Sebagai generasi muda Islam, kita juga wajib tahu tentang Panji Rasulullah ini. Panji Rasulullah itu keren, lebih keren dibanding panji-panji lainnya. Kerennya Panji Rasulullah itu karena ada makna yang mendalam di balik panji itu, yakni ketauhidan Allah sekaligus merupakan simbol kebanggan dan pemersatu kaum Muslimin.

Maka sebagai generasi muda Islam kita sepatutnya bangga memiliki Panji Rasulullah dan semangat untuk mengibarkan serta mensosialisasikannya ke seantero negeri. Berkibarlah Panjiku, Panji Pemersatu, Panji Kebanggaanku, Panji Rasulullah.

-Penulis adalah ‘Tim Yuk Ngaji Nganjuk’

Anda mungkin juga berminat