Pengusiran Fahri, Pemuda Hidayatullah: Stop Jadikan Jargon Toleransi untuk Serang Pihak Lain


Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (kedua dari kiri) usai membuka Rakernas Pengurus Pusat Pemuda (Syabab) Hidayatullah 2017, Sabtu (13/5) di Makassar

MAKASSAR (SALAM-ONLINE): Pengurus Pusat Pemuda (Syabab) Hidayatullah telah selesai menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2017 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, selama 3 hari. Rakersnas ini dibuka oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan ditutup pada Ahad (14/5/2017) malam.

Terkait pengusiran dan penolakan terhadap Fahri Hamzah dan rombongan di Manado, Sulawesi Utara, Pengurus Pusat Pemuda (Syabab) Hidayatullah sangat menyesalkan insiden itu.

Peristiwa tersebut, demikian Syabab Hidayatullah, tak ayal telah mempertontonkan perilaku yang tidak sehat utuk terbangunnya toleransi dan saling penerimaan.

“Kami mengkhawatirkan kian meningginya sentimen kelompok apabila praktik-praktik toleransi terhenti hanya pada sebatas slogan basa-basi dan kekhawatiran ia menjadi ‘dagangan’ semata,” demikian ditegaskan Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah dalam siaran pers yang ditandatangani Ketua Umum Suhardi Sukiman dan Sekjen Imam Nawawi di Makassar, Senin (15/5).

Menurut Syabab Hidayatullah, toleransi bukanlah istilah yang bisa dikooptasi kelompok tertentu untuk menyudutkan pihak lain.

“Berhentilah menjadikan toleransi sebagai jargon untuk menyerang pihak mana pun. Sebab toleransi sejatinya telah mewujud dalam masyarakat NKRI dan belakangan seolah-olah toleransi bermasalah hanya karena adanya kepentingan politik kelompok tertentu yang mampu menggiring opini seolah umat Islam tidak toleran. Ini adalah isu usang dan hanya dihembuskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Suhardi.

Salah satu alasan Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah mengundang Ketua DPR RI Fahri Hamzah untuk membuka Rakernas Syabab Hidayatullah 2017 kali ini karena terbukti tokoh muda ini adalah sosok toleran dan memiliki integritas kebangsaan yang tidak perlu diragukan.

“Teguh dalam bersikap dan tegas dalam berargumen bukan berarti intoleran sebagaimana alasan penolakan tersebut,” ujar Suhardi.

Karena itu, Pemuda Hidayatullah mendorong komponen umat dan bangsa untuk bersama bahu membahu merawat persatuan NKRI dan tidak terprovokasi dengan berbagai aksi yang dilakukan segelintir pihak yang tidak mencerminkan semangat Pancasila dan kebhinnekaan yang, menurut Syabab Hidayatullah, akhir-akhir ini terkesan berjalan sistematis dan rasanya memiliki maksud-maksud tertentu bahkan nampak terorganisir ingin memburukkan nama Indonesia di dunia internasional. (s)