Kirim Lebih 100 Truk Bermuatan Senjata, AS Pasok Bantuan Militer untuk Teroris PYD/PKK di Suriah


HASAKAH (SALAM-ONLINE): Lebih dari 100 truk yang membawa pasokan senjata dari AS menyeberang ke wilayah Suriah yang dikendalikan oleh kelompok Kurdi, PKK/PYD, pada Senin (7/8) malam, lansir kantor berita Anadolu, Selasa (8/8).

Konvoi 112 tanker bahan bakar dengan truk-truk tertutup bermuatan sedang dan Humvee militer terlihat saat melewati provinsi Hasakah di Suriah.

AS mengumumkan pada Mei bahwa mereka akan memasok senjata kepada PYD yang berafiliasi kepada PKK. PKK sendiri  telah melakukan kampanye perlawanan selama 33 tahun terhadap Turki. Oleh karena itu, PKK sendiri oleh Turki, AS dan Uni Eropa (UE) terdaftar sebagai organisasi teroris.

PKK/PYD saat ini menjadi ujung tombak serangan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung oleh AS  terhadap ISIS di Raqqah. Menurut Pentagon, AS telah memasok senjata ke beberapa kelompok bersenjata di Suriah, termasuk PKK/PYD yang juga didukung oleh Rusia.

Senjata ini termasuk 12 ribu senapan serbu Kalashnikov, 6.000 senapan mesin, 3.500 senapan mesin berat, 3.000 peluncur granat berpeluncur roket, 1.000 senjata antitank, 235 mortir, 100 senapan sniper serta 450 pasang teropong penglihatan malam hari dan 150 iluminator penerangan.

Sementara Dewan Keamanan Nasional Turki mengatakan pada Juni bahwa beberapa senjata yang dikirim ke Suriah telah disita dalam penggerebekan terhadap PKK di Turki.

Seperti diketahui, selama ini PKK merupakan musuh utama Pemerintah Turki.  Sementara PYD (Partai Uni Demokratik) merupakan kelompok berhaluan komunis dukungan Rusia di Suriah. Organisasi ini adalah cabang dari organisasi teroris Partai Pekerja Pakistan (PKK) berideologi Marxisme-Leninisme-Nasionalisme Kurdi yang berbasis di Turki.

PYD yang merupakan cabang PKK Turki di Suriah, oleh pemerintah Turki keduanya dimasukkan dalam daftar sebagai kelompok teroris. Selama ini AS dan Uni Eropa juga menyebut PKK sebagai organisasi teror.

Namun terhadap PYD yang merupakan sayap PKK di Suriah, AS justru bekerjasama dengan kelompok teroris ini, bahkan memasok senjata yang, tak hanya “berhadapan” dengan ISIS, tapi juga melawan kelompok pejuang oposisi. (EZ/Salam-Online)

Sumber: Anadolu