Mantan Panglima TNI: Jangan Banyak Bicara Pancasila, tapi Kedaulatan Diberikan kepada Orang Lain


Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, M.Si, saat menyampaikan paparannya dalam Simposium Nasional yang digelar Majelis Bangsa Indonesia (MBI), Jumat (18/8/2017) di Gedung Cawang Kencana, Jl Mayjen Sutoyo, Jakarta Tmur. (Foto: EZ/Salam-Online)

JAKARTA (SALAM-ONLINE):  Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, MSi, mengingatkan agar para elite bangsa ini tak terlalu banyak bicara Pancasila, tetapi kedaulatan diberikan kepada pihak lain.

“Jangan banyak bicara Pancasila tetapi kedaulatan diberikan kepada orang lain. Kita harus memperbaiki garis pertahanan, konsepsi bernegara harus dikembalikan,” kata Djoko saat memberikan kuliah umum dalam Simposium Nasional Kebangsaan yang digelar Majelis Bangsa Indonesia (MBI) di Gedung Cawang Kencana, Jl. Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur,  Jum’at (18/8/2017).

Dalam paparannya, Djoko menegaskan, alih-alih kebhinnekaan, jangan sampai kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diberikan kepada pihak yang ingin memecah belah kesatuan bangsa.

Menurut Djoko, ketahanan nasional adalah kondisi dinamika suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan.

“Baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung, yang membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara, serta perjuangan mewujudkan tujuan nasional,” sambungnya.

Di era global ini, ujar Djoko, perang tidak hanya bertempur di medan pertempuran. Tetapi perang konsepsi.

“Dalam kondisi ketahanan negara Indonesia sudah terterobos, secara doktrin militer ketika kondisi sudah seperti itu, maka kita harus mengumpulkan kekuatan dan memperbaiki batas depan pertahanan tempur,” katanya. (EZ/Salam-Online)