PBB: Dalam Dua Pekan Terakhir 313 Ribu Muslim Rohingya Menyelamatkan Diri ke Bangladesh


Dalam dua pekan terakhir sekitar 313 ribu etnis Muslim Rohingya menyelamatkan diri untuk menghindar dari aksi pembantaian yang dilakukan pemerintah dan militer Myanmar. (Sumber Foto: Zakir Hossain Chowdhury/Anadolu)

GENEVA (SALAM-ONLINE):  Sekitar 313 ribu Muslim Rohingya telah menyelamatkan diri dengan lari ke perbatasan Bangladesh sejak 25 Agustus 2017 lalu.

Juru bicara badan pengungsi PBB (UNHCR), Duniya Aslam Khan mengatakan jumlah Muslim Rohingya yang melintasi perbatasan dari Myanmar ke Bangladesh sudah mencapai 313 ribu.

Sebelumnya pada Senin (11/9), Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad al-Hussein meminta pemerintah Myanmar agar mengakhiri operasi keamanan brutal di daerah berpenduduk Muslim di negara tersebut.

Dia mengatakan operasi keamanan Myanmar di negara bagian Rakhine merupakan tindakan pembersihan etnis.

Secara terpisah, pemerintah Jerman telah meminta Myanmar agar memenuhi tanggungjawabnya untuk mengakhiri tragedi kemanusiaan yang dialami oleh minoritas Muslim di negara tersebut.

Juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, Steffen Seibert, menyuarakan keprihatinan besar tentang kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia atas Muslim Rohingya saat konferensi pers di Berlin, Senin (11/9).

“Kami meminta pemerintah Myanmar untuk memenuhi tanggungjawabnya terhadap semua kelompok penduduk di negara ini,” ujar Steffen Seibert seperti dilansir kantor berita Anadolu, Senin (11/9).

“Peraih Nobel Perdamaian dan Penasihat Negara, Aung San Suu Kyi harus menciptakan kedamaian di Myanmar,” pintanya.

PBB mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan—termasuk bayi dan anak kecil—pemukulan dan penghilangan nyawa yang dilakukan oleh petugas keamanan terhadap etnis Muslim.

Penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran hak asasi manusia merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kekerasan baru meletus di negara bagian Rakhine lebih dari dua pekan lalu ketika pasukan keamanan melancarkan operasi terhadap komunitas Muslim Rohingya.

Bangladesh, yang sebelumnya sudah menjadi “tuan rumah” sekitar 400 ribu pengungsi Rohingya, telah didatangi pengungsi baru sejak operasi keamanan dilancarkan militer Myanmar.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat lantaran serangan biadab yang dilancarkan militer Myanmar. (EZ/Salam-Online)

Sumber: Anadolu