Sekjen JITU: Buku ‘Mengetuk Pintu Langit’ Akan Jadi Dokumentasi Sejarah Penting bagi Bangsa


Bedah Buku Spirit 212: ‘Mengetuk Pintu Langit’, Sabtu (9/9/2017) di Masjid Istiqomah, Jl Citarum, Bandung. (Foto: EZ/Salam-Online)

BANDUNG (SALAM-ONLINE): Sekretaris Jenderal Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Muhammad Pizaro Novelan mengharapkan buku kedua yang dikeluarkan oleh JITU berjudul ‘Mengetuk Pintu Langit’ akan menjadi dokumentasi sejarah yang penting bagi perjalanan bangsa Indonesia.

“Buku keluaran JITU insya Allah akan menjadi dokumentasi bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena ini dokumentasi jurnalistik dimana jutaan umat Islam berkumpul menyuarakan keadilan,” ujar Pizaro dalam acara Bedah Buku “Mengetuk Pintu Langit”, di Masjid Istiqomah, Jl Citarum, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/9/2017).

Pizaro berharap, ke depannya para ulama, tokoh nasional dan masyarakat luas akan dapat mengambil banyak manfaat dari hadirnya buku Mengetuk Pintu Langit’ ini.

“Buku ini akan selalu ada di hati generasi setelah kita. Catatan sejarah di dalam buku itu sangat kental menjadikan generasi umat Islam memahami sejarah dengan baik,” ungkapnya.

Aksi 212, kata Pizaro, merupakan bukti bahwa umat Islam adalah umat yang santun, toleran dan penuh persaudaraan.

“Kita bisa lihat, dimana aksi 7 juta orang menuntut keadilan bisa dilakukan dengan damai tanpa ada kekerasan dan pengrusakan. Di situ tidak lagi mengedepankan bendera ormas dan latar belakang golongan, bahkan ada non-Muslim yang diperlakukan dengan baik dalam aksi,” tuturnya.

Buku ini terbit, terang Pizaro, untuk terus mengabadikan momentum kemenangan umat Islam dalam menegakkan keadilan.

“Sangat sayang jika momentum itu hilang dari sejarah anak bangsa. Keadilan itu harus ditegakkan tanpa melihat siapa dan apa di belakangnya,” tutupnya. (EZ/Salam-Online)