Fahri Ingatkan: Tak Diakui, Budaya Islam Bangsa Indonesia Telah Bergeser bahkan Hilang


Wakil Ketua DPRRI Fahri Hamzah. (Foto: EZ/Salam-Online)

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Suka atau tidak, Indonesia ada berdiri di atas perjuangan para ulama dan dakwah Islam. Namun ada pergeseran budaya Islami di Indonesia yang makin ke sini tidak diakui, bahkan telah hilang.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di hadapan wartawan usai menghadiri rapat pleno ke-21 Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim-MUI) Pusat yang membahas ‘Hilangnya Lanskap Budaya Islam di Daerah’ pada Rabu (25/10/2017) di Kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta.

Bangsa Indonesia, pria kelahiran Sumbawa ini mengingatkan, berawal dari Kesultanan Islam yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan Islam untuk membebaskan tanah air dari kolonialisme.

“Bangsa Indonesia pernah punya Kesultanan Islam, melekat sekali ruh Islam pada bangsa ini,” paparnya.

Kini, ujar Fahri, salah satu sisi keislaman yang tersisa pada bangsa Indonesia adalah Tidore. Tidore memiliki sejarah tua yang berhubungan dengan Islam di Indonesia pada masa lampau.

“Tidore adalah Kerajaan Islam yang masih eksis sampai sekarang. Lebih tua dari Kesultanan Turki Utsmani. Wilayahnya membentang dari Halmahera, Papua hingga Pasifik. Seharusnya kita wariskan kebesaran masa lalu kita agar bisa menjadi modal raksasa menghadapi masa depan,” ujarnya. (EZ/Salam-Online)