Ini Rencana Turki untuk Idlib dan Kelompok Kurdi di Suriah


Tank militer Turki

SALAM-ONLINE: Turki baru saja membuat rencana untuk memblokir kelompok bersenjata Kurdi (PKK) dan afiliasinya, Partai Kurdistan Suriah atau Demokratik Union Party (PYD) untuk mendirikan sebuah koridor di perbatasan selatan Turki.

Langkah pertama rencana tersebut seperti dilansir Daily Sabah, Jumat (6/10/2017), adalah memotong koridor Idlib-Afrin dengan melancarkan operasi di Idlib dan membekukan Afrin.

Rencana terkait zona de-eskalasi (zona yang terbebas dari perang) di Idlib, dirancang menyusul perundingan antara Turki dengan Rusia dan perwakilan dari Idlib. Setelah kembali dari Iran, Presiden Recep Tayyip Erdogan menyebutkan rencananya:

“Angkatan Bersenjata Turki akan bekerja di dalam perbatasan Idlib dan di luar perbatasan angkatan bersenjata Rusia.”

Menurut rincian rencana tersebut, proses yang disepakati akan berlanjut di Idlib. Karena Idlib adalah wilayah konflik, maka akan digelar gerakan strategis yang lebih dari biasanya, dengan menjadikan keamanan sipil sebagai prioritas utamanya.

Daerah yang terisolasi akan dibentuk untuk mencegah konflik antara rezim dan pasukan oposisi. Unit militer dan organisasi intelijen aliansi tripartit akan berkerjasama satu sama lainnya. Dalam hal ini, Kota Jindrese di barat laut Aleppo dan selatan Afrin akan dibebaskan dari pasukan PYD.

Sebuah koridor transisi akan didirikan antara wilayah Jindrese dan Azaz, satu area yang sebelumnya telah dibebaskan selama operasi di sungai Eufrat, atau yang dikenal dengan Operasi “Euphrates Shield”. Sementara inti dari rencana pendirian koridor transisi tersebut akan berada di kanal lalu lintas antara zona bebas dan zona de-eskalasi Idlib.

Kota Tell Rifaat di utara Aleppo akan menjadi daerah berikutnya yang diambil dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) setelah Jindrese. Setelah membersihkan SDF yang terdiri dari pasukan YPG, Tell Rifaat akan menjadi zona aman. Stelah itu Rusia akan memastikan bahwa penduduk setempat di Tell Rifaat dapat kembali ke rumah. Sementara ketika koridor transisi aman untuk perjalanan, warga sipil di Idlib juga akan dipindahkan ke Tell Rifaat.

Ankara berasumsi bahwa setelah melakukan pembebasan di Idlib, akan lebih mudah mengalahkan YPG di Afrin. Selama fase kedua dari rencana tersebut, dengan pembebasan Afrin, ancaman YPG akan menantang Turki seperti dikatakan sebelumya oleh Ankara, tak akan terjadi.

Upaya kerja sama dengan kelompok yang menjadi pengendali Idlib, akan melindungi warga sipil dari operasi militer. Sementara upaya Amerika Serikat untuk memberikan Idlib kepada PYD dengan menyebut Hai’ah Tahrir al-Syam (HTS) sebagai dalih, akan mendapatkan tantangan.

Dengan rencana ini, Ankara berharap dapat mencegah arus migrasi baru di perbatasan Hatay-Reyhanlı sebagai hasil dari kemungkinan operasi YPG di wilayah Idlib. (MNM/Salam-Online)

Sumber: Daily Sabah