Kain Putih Berisi Telapak Tangan Cinta Anak-anak Indonesia untuk Rohingya Diserahkan ke PBB


Cap Tangan warna-warni tanda Kepedulian dari anak-anak Indonesia untuk anak Rohingya yang menghiasi kain putih sepanjang lebih dari 3.000 meter diserahkan secara simbolik melalui perwakilan PBB di Jakarta. (Foto: EZ/Salam-Online)

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Kain sepanjang tiga ribu meter atau 3 kilometer berisi cap telapak tangan warna warni anak-anak dari ratusan sekolah se-Indonesia itu dibentangkan.

Cap ‘telapak tangan cinta’ sebagai pertanda kepedulian terhadap anak-anak Rohingya ini diserahkan secara simbolik oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto kepada perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Menara Thamrin, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Kak Seto mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk membantu anak-anak Rohingya yang mengalami penindasan di Myanmar.

“Sebenarnya gerakan ini mengulang gerakan yang terjadi kira-kira 30 tahun lalu. Kami mengumpulkan cap tangan persahabatan untuk mengetuk pintu hati pelaku kekerasan. Nantinya cap persahabatan itu akan kami serahkan ke PBB,” ujar Kak Seto di kawasan Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa (17/10).

Ia menerangkan, satu juta cap tangan persahabatan dikumpulkan sebagai simbol bahwa anak-anak Indonesia ikut memberikan dukungan kepada Rohingya dan berharap kekerasan terhadap anak segera dihentikan.

“Satu juta cap tangan persahabatan adalah sebagai salam persahabatan dan perdamaian untuk menandakan stop kekerasan yang terjadi di Rohingya,” harapnya.

Sementara itu Sekjen LPAI, Heni, menyatakan bahwa masyarakat Rohingya tidak sendiri menghadapi tindak kekerasan yang dilakukan oleh otoritas Myanmar.

“Dengan adanya kasus kekerasan yang terjadi terhadap Rohingya, kami tidak akan berhenti menyelamatkan anak-anak Rohingya. Mereka tidak sendiri, kami cinta perdamaian, dan kami akan mewujudkan perdamaian untuk anak-anak Rohingya,” tegasnya.

Adalah Dompet Dhuafa (DD), Forum Lintas Komunikasi Pendongeng Indonesia (FLKPI) dan LPAI menghimpun kepedulian dan kata-kata “yang tak terucapkan” dari anak-anak Indonesia untuk anak-anak Muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar.

Sejak digulirkankan pada 3 September 2017 lalu, telah terkumpul ratusan ribu cap tangan warna warni anak-anak dari ratusan sekolah se-Indonesia. Cap tangan tanda kepedulian itu menghiasi kain putih dengan panjang lebih dari tiga ribu meter.

Telapak tangan adalah cerminan persahabatan. Warna-warni adalah simbol harapan. Dan kain putih adalah lambang ketulusan. “Persahabatan, harapan dan ketulusan” itu telah dibentangkan di sepanjang Jl Thamrin pada September lalu.

Bentangan kain putih tersebut secara simbolik telah diserahkan kepada Perwakikan PBB Mrs Eshila Maravanyika (Acting Director UNIC-United Nations Information Centre) di Jakarta, Selasa (17/10) di Menara Thamrin, Jl MH Thamrin No 3, Jakarta Pusat.

Kak Seto menyerahkan ‘Telapak Tangan Cinta’ dari anak-anak Indonesia untuk Rohingya secara simbolik kepada perwakilan PBB di Jakarta, Mrs Eshila Maravanyika, Selasa (17/10/2017). (Foto: EZ/Salam-Online)

Penyerahan dilakukan oleh utusan anak-anak  Indonesia, yakni Kak Seto (Ketua Umum LPAI)—penerima penghargaan “Peace Messenger Award” dari Sekjen PBB—drg. Imam (Presiden Direktur Dompet Dhuafa) dan Iman Surahman (Ketua Forum Lintas Komunikasi Pendongeng Indonesia). (EZ/Salam-Online)