Dari Beirut, 48 Ribu Atlet Marathon Internasional Berikan Dukungan untuk PM Lebanon


BEIRUT (SALAM-ONLINE): Lebih 48 ribu atlet dari berbagai negara di Ibu Kota Lebanon, Beirut, mengambil bagian dalam lari marathon internasional pada Ahad (12/11/2017) untuk memberikan dukungan kepada Perdana Menteri Lebanon Saad Al-Hariri yang tiba-tiba mengundurkan diri sepekan yang lalu saat berada di Riyadh, Arab Saudi.

Pengunduran diri Hariri disebut-sebut lantaran perdana menteri yang didukung Saudi itu menghadapi ancaman pembunuhan. Dia sendiri menyatakan tak ingin mengulangi peristiwa yang dialami ayahnya, Rafik al-Hariri yang dibunuh saat menjadi perdana menteri.

Berbicara di Arab Saudi yang disiarkan stasiun televisi, Hariri merujuk pada pembunuhan ayahnya, mantan PM Rafik Al-Hariri pada 2005.

“Kita hidup di suasana serupa, dalam atmosfer yang terasa sebelum pembunuhan martir Rafik Al-Hariri. Saya merasakan ada rencana sembunyi-sembunyi untuk mengincar nyawa saya,” kata Saad Al-Hariri di Riyadh.

Seperti ayahnya, Saad Hariri termasuk perdana menteri yang kerap mengkritisi Iran, negara Syiah yang selama ini mendukung kelompok “Hizbullah” Lebanon. Kelompok yang oleh pihak oposisi Suriah disebut sebagai teroris pendukung rezim Basyar Asad ini di Lebanon seperti “negara dalam negara”, dan jadi ancaman tersendiri bagi pemerintahan Sunni di negara itu.

Pengunduran diri Saad Hariri yang dibayang-bayangi ancaman pembunuhan itu, membuat acara tahunan lari marathon internasional tersebut, juga didekasikan untuk perdana menteri yang mengajukan pengunduran diri secara mendadak dalam pidato televisi Arab Saudi sepekan yang lalu.

Gelaran lari marathon yang diselenggarakan di Ibu Kota Lebanon, Beirut oleh Asosiasi Marathon Beirut itu diikuti lebih dari 48.000 atlet, dari Lebanon sendiri dan mancanegara.

“Sesi ini awalnya didedikasikan untuk mendukung perdamaian regional, namun kami juga memutuskan menggunakannya untuk memberikan hal yang istimewa kepada Hariri, untuk pertama kalinya,” kata Direktur Asosiasi Marathon Beirut, Mai Khalil, kepada Anadolu Agency, Ahad (12/11).

Wali Kota Beirut Jamal Itani mengatakan bahwa dia sedih karena absennya Hariri dari acara lari marathon internasional ini.

Hariri belum kembali ke Lebanon sejak dia mengumumkan pengunduran dirinya yang mengejutkan di tengah desas-desus bahwa dia “ditahan” oleh Arab Saudi.

Pada Sabtu (11/11), Presiden Lebanon Michel Aoun, yang belum menerima pengunduran diri Hariri, meminta panitia lomba marathon untuk menggunakan acara tersebut sebagai “demonstrasi nasional untuk menunjukkan solidaritas” terhadap perdana menterinya itu.

Dalam pidato pengunduran dirinya, Hariri mengkritik Iran dan sekutunya, yakni “Hizbullah” di Lebanon, lantaran rezim Syiah itu menaburkan “hasutan” di wilayah tersebut dan ikut campur dalam urusan Arab.

Hariri ditunjuk sebagai perdana menteri akhir tahun lalu. Ia memimpin sebuah pemerintahan beranggota 30 orang, termasuk perwakilan “Hizbullah” yang didukung Iran. (S)

Sumber: Anadolu Agency