Rezim Asad Serang Idlib, Turki Minta Iran dan Rusia Bertanggungjawab

Menlu Mevlut Cavusoglu

ANKARA (SALAM-ONLINE): Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu meminta pemerintah Iran dan Rusia untuk memenuhi tanggung jawab mereka sebagai negara penjamin di Suriah untuk rezim Basyar Asad.

“Iran dan Rusia harus memenuhi tanggung jawabnya (sebagai negara penjamin) di Suriah,” kata Cavusoglu di Ankara, Rabu (10/1/18), seperti dilansir Anadolu Agency.

Cavusoglu menegaskan hal ini karena rezim Basyar Asad gencar melancarkan serangan di Idlib barat laut, Suriah. Padahal, wilayah ini masuk dalam zona de-eskalasi yang berarti dilarang melancarkan serangan di daerah tersebut.

Cavusoglu menyesalkan pasukan rezim Suriah menyerang kelompok oposisi di Idlib “dengan dalih memerangi kelompok Al-Nusra”.

“Jika Anda penjamin (untuk rezim Asad), ya Anda (Iran dan Rusia), harus menghentikan (serangan) rezim tersebut (ke oposisi di Idlib). Ini bukan hanya serangan udara sederhana. Rezim (Asad) bergerak di Idlib. Tujuannya berbeda,” ungkap Cavusoglu.

Dia memperingatkan bahwa tindakan semacam itu akan merusak proses perdamaian di Suriah. Cavusoglu juga menggarisbawahi bahwa Turki adalah penjamin pihak oposisi di Suriah.

Cavusoglu menegaskan, tidak tepat untuk mengebom seluruh kota dengan dalih bahwa beberapa “teroris” bersembunyi di sana.

“Jika ada organisasi ‘teroris’ di sana, kelompok dan lokasi mereka harus ditentukan. Operasi ini harus hati-hati, harus dilakukan dengan kecerdasan,” tambahnya.

Sebelumnya, Kemenlu Turki pada Selasa (9/1) telah memanggil duta besar Rusia dan Iran menyusul serangan rezim Basyar Asad di Idlib, Suriah. Sebagai negara penjamin untuk rezim Basyar Asad, maka kedua negara, Rusia dan Iran, harus bisa menahan rezim tersebut untuk tidak melancarkan serangan di zona de-eskalasi sesuai kesepakatan. (S)

Sumber: Anadolu Agency

Baca Juga