Berpihak pada yang Benar

IMM DKI: ‘Kartu Merah’ untuk Oknum Aktivis Mahasiswa yang Tuding Ketua BEM UI Lakukan ‘Aksi Pesanan’

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Aksi ‘kartu kuning’ yang dilakukan Ketua BEM UI Muhammad Zaadit Taqwa merupakan bagian dari kritisisme mahasiswa atas kondisi yang terjadi, di antaranya persoalan campak dan gizi buruk yang melanda Suku Asmat, rencana pemerintah mengangkat Penjabat Gubernur dari Polri serta draf Permenristekdikti tentang Organisasi Mahasiswa.

Demikian ditegaskan Ketua Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah DKI Jakarta, Muhammad Farhan Asy-Syathiri, dalam rilisnya, Sabtu (3/2/18), merespons pernyataan salah seorang oknum aktivis mahasiswa yang menuding aksi Ketua BEM UI itu sebagai ‘pesanan’.

Menurut Farhan, pihaknya justru melihat tudingan dari oknum aktivis tersebut sebagai upaya penggembosan nalar kritis mahasiswa. Dia menduga oknum tersebut telah dikooptasi oleh kepentingan politik tertentu.

“Kami memberikan ‘kartu merah’ kepada oknum aktivis mahasiswa yang menuding Ketua BEM UI melakukan aksi pesanan. Sekali lagi, kami menilai oknum tersebut diduga telah dikooptasi oleh kepentingan politik tertentu,” ujarnya.

DPD IMM DKI, kata dia, berharap momentum aspirasi ‘kartu kuning’ BEM UI ini dapat menjadi pelajaran bagi mahasiswa lainnya agar dapat bersikap kritis-konstruktif terhadap negara jika dinilai telah menyimpang dari UUD 1945.

“Tentunya dengan mengedepankan kesantunan, norma hukum yang berlaku, serta didasari pada data dan fakta yang faktual,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, kehadiran Presiden Joko Widodo dalam Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia, di Balairung UI, Jumat (2/2/2018) diwarnai insiden unik.

Ketua BEM UI 2018 Zaadit Taqwa mengacungkan buku warna kuning untuk menunjukkan “kartu kuning” sebagai peringatan kepada Presiden Jokowi, termasuk soal gizi buruk di kabupaten Asmat, Papua, rencana penunjukan jenderal polisi aktif untuk penjabat gubernur Jabar dan Sumut, serta isu adanya draf peraturan baru organisasi mahasiswa (ormawa). Aturan baru itu dinilai mengancam kebebasan berorganisasi dan gerakan kritis mahasiswa.

Oleh karenanya, Jokowi dikartukuningkan oleh Ketua BEM UI 2018 Zaadit Taqwa yang duduk di barisan depan acara.

Aksi Zaadit ini dilakukan bak layaknya seorang wasit sepak bola yang memberi kartu kuning kepada pemain yang melakukan pelanggaran.

Ia berdiri meniupkan peluit sambil mengacungkan ‘kartu kuning’ saat Jokowi usai berpidato dan menyalami Rektor UI Muhammad Anis di acara itu. Karena aksinya Zaadit digiring Paspampres ke luar ruangan.

Zaadit merupakan mahasiswa aktif dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Aksi Zaadit ini tersebar dalam video di media sosial.

Dalam video, Zaadit yang mengenakan batik merah tampak berdiri seorang diri ketika Jokowi baru saja menyelesaikan pidatonya. Saat Jokowi menyalami Rektor UI Muhammad Anis, Zaadit tetap berdiri.

Seorang Paspampres kemudian mendatangi Zaadit dan memintanya untuk duduk.  Namun, Zaadit masih tetap berdiri dan malah melakukan aksi mengejutkan. Ia tiba-tiba meniupkan peluit sambil mengangkat ‘kartu kuning’. (S)

Baca Juga