Dua Tahun Berlalu, Anak-anak Suriah di Afrin Kembali Bersekolah

 

Anak-anak Suriah di Afrin memegang bendera Turki, kembali masuk kelas setelah dua tahun mereka tak bersekolah karena adanya pembatasan dari kelompok teror. (Foto: Halil Fidan/Anadolu Agency)

AFRIN (SALAM-ONLINE): Setelah dua tahun tidak menjalani proses belajar secara formal, anak-anak Suriah yang dipaksa keluar dari sekolah oleh kelompok teror YPG/PKK sangat gembira, karena mereka kembali bersekolah dan memasuki ruang kelas mereka di Afrin, Suriah barat laut, Senin (26/3/2018).

Turki telah melakukan renovasi sekolah di Afrin di mana operasi kontra-teror sedang berlangsung. Dinding, lantai dan tempat bermain sekolah telah diperbaiki, kursi dan meja diganti.

“Anak-anak tidak pergi ke sekolah selama dua tahun karena tekanan dari organisasi teror PYD/PKK,” kata Uday Ibrahim, seorang guru, kepada Anadolu Agency, Senin (26/3).

Dikatakan, kelompok teror telah memaksa sekolah-sekolah untuk mengajarkan huruf Latin, bukan Arab. Oleh karenanya, warga menarik anak-anak mereka keluar dari sekolah tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Turki karena membuka kembali sekolah-sekolah kami dan menyelamatkan kami dari para teroris di sini,” kata Seyma el-Hasan, seorang siswa berusia 11 tahun.

Baca Juga
Anak-anak Suriah di Afrin yang memegang bendera Turki, pada 26 Maret 2018, terlihat di halaman belakang sekolah mereka di desa Al-Caviz setelah Angkatan Bersenjata Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mengambil kendali penuh atas Afrin, Suriah barat laut dari kelompok teror PKK/PYD-YPG dan ISIS dalam “Operation Olive Branch”. Anak-anak Suriah telah kembali ke kelas mereka setelah dua tahun mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan mereka karena pembatasan kelompok teror. (Foto: Halil Fidan/Anadolu Agency)

Seperti diketahui, Turki meluncurkan Operation Olive Branch sejak 20 Januari lalu untuk membebaskan Afrin dari kelompok teror YPG/PKK dan Daesh (ISIS).

Pada 18 Maret lalu, pasukan yang didukung Turki berhasil membebaskan Kota Afrin sepenuhnya dari YPG/PKK dan ISIS. Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama PYD/PKK sejak 2012.

Menurut militer Turki, operasi dilaksanakan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak membela diri di bawah piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah.

Militer juga mengatakan hanya kelompok teror yang disasar. Karenanya operasi ini dilakukan dengan “sangat hati-hati” sehingga tidak merugikan warga sipil. (S)

Sumber: Anadolu Agency

Baca Juga