Akademisi Universitas Sydney Dukung Gerakan Boikot, Divestasi & Sanksi terhadap ‘Israel’

Sejumlah aktivis menghadiri kampanye BDS terhadap penjajah “Israel”. (Foto: Stephen Melkisethian/Flickr)

SYDNEY (SALAM-ONLINE): Puluhan akademisi di University of Sydney, Australia, telah menyatakan dukungan mereka terhadap gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) terhadap penjajah Zionis “Israel”, lapor the Australian, Jumat (13/4/2018)

Menurut surat kabar itu, sebagaimana dilansir Middle East Monitor, Jumat (13/4), langkah tersebut diambil sebagai respons atas tindakan kekerasan mematikan yang dilakukan oleh pasukan pendudukan “Israel” terhadap para pengunjuk rasa Palestina di Jalur Gaza.

Menurut catatan the Australian, para akademisi yang menandatangani ikrar untuk mendukung BDS mengatakan bahwa mereka “tidak akan menghadiri konferensi yang disponsori oleh universitas Israel”. Mereka juga menyatakan tak akan berpartisipasi dalam skema pertukaran akademik atau berkolaborasi secara profesional dengan universitas ‘Israel’ sampai tujuan yang dinyatakan telah terpenuhi”.

Kampanye BDS adalah gerakan internasional “yang terinspirasi oleh keberhasilan boikot dalam mengakhiri politik apartheid di Afrika Selatan”.

Nick Riemer, seorang dosen senior dalam bahasa Inggris dan linguistik di Universitas Sydney dan anggota kelompok BDS-nya, mengatakan tanggapan dari sesama akademisi sangat menggembirakan. Dia menyatakan harapannya bahwa tekad itu akan menyebar ke universitas-universitas Australia lainnya.

“Banyak orang sudah berbicara di Melbourne tentang kemungkinan sesuatu seperti ini,” katanya.

Menurut situs web Sydney BDS, sekitar 40 akademisi saat ini mendukung ikrar tersebut. (S)

Sumber: Middle East Monitor

Baca Juga