Disaksikan Penjajah Zionis, Teroris Yahudi Bakar Masjid Sheikh Sa’ada Dekat Nablus

Warga Palestina memeriksa Masjid Sheikh Sa’ada yang rusak setelah para teroris Yahudi membakar pintu masuknya, menyebabkan beberapa kerusakan parsial, Jumat pada 13 April 2018, di desa Aqraba, dekat Nablus, Tepi Barat. (Foto: Nedal Eshtayah/Anadolu Agency)

NABLUS (SALAM-ONLINE): Presiden Mahmoud Abbas menegaskan kembali desakan untuk “perlindungan internasional” bagi Palestina dan tempat-tempat suci mereka, yaitu masjid yang jadi sasaran anti-Muslim dan anti-Arab.

Abbas juga mendesak lembaga-lembaga internasional yang relevan “untuk memastikan bahwa teroris dihukum”, berdasarkan aksi terorisme (Yahudi) yang telah melakukan serangan itu.

“Ini bukan pertama kalinya pemukim (teroris Yahudi) membakar masjid dan gereja di wilayah Palestina yang dijajah,” kata Abbas seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (13/4/2018).

“(Insiden) ini menegaskan bahwa kejahatan keji oleh para pemukim teroris telah dilakukan di depan mata (disaksikan ) tentara penjajah Zionis,” tegasnya.

Pemerintah Palestina yang berbasis di Ramallah mengecam serangan itu dan menyatakan penjajah Zionis “mensponsori pemukim terorisme”.

“Benjamin Netanyahu adalah salah satu perdana menteri penjajah paling pro-permukiman ‘Israel’,” kata juru bicara pemerintah Palestina Yusuf al-Mahmoud.

Sekitar 40.000 pemukim (teroris) Yahudi tinggal di sekitar Nablus di 39 permukiman dan pos-pos yang berbeda. Para pemukim teroris itu kerap melancarkan serangan terhadap warga Palestina setempat dan properti mereka.

Teroris, Pemukim ilegal Yahudi, membakar pintu masuk Masjid Sheikh Sa’ada di dekat kota Nablus, Tepi Barat, pada Jumat (13/4) pagi.

Kelompok teror barisan Yahudi itu juga menyerukan slogan anti-Arab dan anti-Muslim melalui cat yang disemprotkan ke dinding masjid, menurut seorang aktivis Palestina.

“Sekelompok pemukim (teroris) Yahudi menyerang kota Aqraba (selatan Nablus) dan membakar pintu masuk Masjid Al-Sheikh Sa’ada,” kata aktivis Yousef Diriya kepada Anadolu Agency.

“Mereka menulis slogan-slogan dalam bahasa Ibrani yang memusuhi orang Arab dan Muslim—termasuk ‘Kematian bagi orang Arab’—di dinding masjid,” katanya.

“Hanya kewaspadaan penduduk setempat yang mencegah agar masjid tidak terbakar habis,” ujar Diriya. (S)

Sumber: Anadolu Agency

Baca Juga