Dukung Palestina, Yahudi Ortodoks Internasional Kecam Zionis ‘Israel’

Elahanan Beck saat diwawancarai wartawan

SALAM-ONLINE: Organisasi Neturei Karta anti-Zionis, sebuah organisasi Yahudi ortodoks internasional, telah menyampaikan pesan dukungan dan solidaritas kepada Palestina. Mereka juga mengecam penjajah Zionis “Israel” atas perlakuannya terhadap warga sipil Palestina.

Dalam pertemuan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Senin (14/5/2018) malam, Elahanan Beck, pemimpin Neturei Karta, mengatakan, “Kita harus menyadari dan memahami, membantu ‘negara Israel’ itu tidak mendukung orang-orang Yahudi.”

Kata Beck, Zionis mengatakan mereka ingin membuat tempat yang aman bagi orang Yahudi, tetapi hal itu tidak benar.

“Mereka (mengatakan) ingin membantu orang Yahudi … tetapi ini tidak benar. Tempat paling berbahaya hari ini untuk orang-orang Yahudi adalah di ‘Israel’,” ujar Beck seperti dilansir kantor berita Anadolu, Rabu (16/5).

Memberikan apresiasinya terhadap Erdogan karena menarik duta besar Turki untuk “Israel” setelah peresmian pemindahan kedutaan AS di Yerusalem, Beck mengatakan, “Jika Anda ingin membantu orang-orang Yahudi, ikuti contoh apa yang dilakukan oleh Presiden Turki: menarik duta besar Anda dari sana dan keluar dengan jelas.”

Beck menyatakan pihaknya juga menentang pembentukan “negara Israel” dan penjajahan atas bangsa Palestina.

“Kami menentang ‘negara Israel’. Kami menentang penjajah, dan kami harus membawa perdamaian ke kawasan itu,” tegas Beck.

Seperti diketahui, ketegangan telah meningkat di kawasan Jalur Gaza setelah Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota “Israel” pada Desember 2017 lalu dan memerintahkan pemindahan kedutaan AS di kota yang disengketakan dan diduduki oleh penjajah “Israel”. Keputusan sepihak yang membuat Trump dihujani kritik dan kecaman masyarakat internasional dan telah melanggar banyak perjanjian mengenai status Yerusalem.

Setidaknya 62 demonstran Palestina di perbatasan Jalur Gaza gugur setelah tembakan mematikan Pasukan penjajah “Israel” menghujani para pengunjuk rasa, Senin (14/5) lalu.

Pembunuhan itu telah memicu kecaman internasional. Banyak pemimpin dunia mengutuk “Israel” yang berdalih membela diri. (S)

Sumber: Anadolu Agency

Baca Juga